AHY Ajak Generasi Muda Lanjutkan Spirit SBY dalam Menjaga Bumi

Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Direktur The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat sambutan di acara peluncuran video musik "Save Our World" yang digelar di Jakarta, Selasa.

bogortraffic.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), meluncurkan video musik terbarunya berjudul “Save Our World” sebagai bentuk seruan penyelamatan bumi dari krisis lingkungan dan perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.

Peluncuran lagu ini digelar di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Selasa (1/7), dan menjadi ajakan moral bagi seluruh masyarakat untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Bacaan Lainnya

Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Direktur The Yudhoyono Institute (TYI), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut karya ayahandanya ini sebagai bentuk “call to action” yang kuat dan menyentuh.

“Lagu ini adalah ciptaan Pak SBY yang sarat akan pesan moral dan ajakan untuk do something. Sebuah call to action,” tegas AHY dalam sambutannya.

AHY menambahkan, meski SBY tidak lagi aktif dalam pemerintahan dan kebijakan publik, ia tetap menyuarakan kepedulian terhadap isu-isu besar dunia lewat jalan seni.

“Kini, apalagi setelah Pak SBY tidak lagi berada dalam kebijakan publik, beliau memilih jalan seni sebagai saluran pesan-pesan dan semangat untuk generasi penerus,” ujar AHY.

“Seni adalah bahasa jiwa, dan musik adalah bahasa universal yang menyentuh, di mana politik kadang gagal menjangkau. Lagu dapat menembus sekat-sekat perbedaan identitas, suku, agama, bangsa, juga perbedaan ideologi dan pilihan politik,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, AHY juga menegaskan bahwa menyelamatkan bumi adalah tanggung jawab semua pihak. Ia berharap Indonesia bisa maju tanpa harus mengorbankan alam dan lingkungan.

“Kita ingin Indonesia tumbuh tanpa mengorbankan lingkungan. Kita ingin Indonesia maju tanpa menebang harapan,” ucap AHY.

Lagu “Save Our World” sendiri merupakan karya yang ditulis langsung oleh SBY pada tahun 2010, terinspirasi dari pengalamannya saat mengikuti Konferensi Internasional tentang Perubahan Iklim dan Penyelamatan Hutan di Oslo, Norwegia. Kala itu, SBY menyaksikan langsung ancaman nyata terhadap kelestarian hutan dunia.

Awalnya, lagu ini hadir dalam versi Bahasa Indonesia dengan judul “Untuk Bumi Kita” yang dinyanyikan oleh Sandhy Sondoro dengan aransemen musik dari Erwin Gutawa. Pada 2013, versi Bahasa Inggrisnya, “Save Our World”, dirilis dan dibawakan oleh penyanyi Amerika, Jeffrey Pescetto, dengan aransemen dari Jeff Lorber.

Kini, lagu tersebut dihadirkan dalam video musik terbaru yang diaransemen ulang oleh musisi Tohpati, diproduksi oleh The Yudhoyono Institute, dan digarap secara sinematis oleh DossGuaVA XR Studio.

Versi terbaru ini melibatkan 35 penyanyi lintas generasi dan genre, termasuk musisi legendaris seperti (Almh) Titiek Puspa, Ernie Djohan, Titiek Sandhora, hingga nama-nama populer seperti Yuni Shara, Andy/rif, dan Sandhy Sondoro. Warna segar juga hadir lewat partisipasi empat rapper: Saykoji, Toton Caribo, Ayuenstar, dan PB Glas.

Melalui lagu ini, SBY berharap agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga bumi terus tumbuh dan meluas. “Save Our World” menjadi contoh nyata bagaimana seni dan musik bisa menjadi alat kampanye lingkungan yang kuat, menyentuh, dan inklusif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan