Kalbe dan Hexpharm Jaya Edukasi 1001 Mitra Ojol tentang Anyang-anyangan dan Batu Saluran Kemih

1001 Aksi Bareng Nephrolit, no 2 dari kiri apt Rury, Wenday, dr Rita, apt Feri

bogortraffic.com – Lebih dari delapan jam berada di atas kendaraan setiap harinya membuat mitra ojek online (ojol) termasuk kelompok yang paling rentan terkena gangguan batu saluran kemih (BSK). Salah satu gejala awal yang paling umum adalah anyang-anyangan atau buang air kecil tidak tuntas, yang selama ini sering dianggap sepele oleh masyarakat.

Menjawab persoalan tersebut, PT Kalbe Farma Tbk bersama anak perusahaannya, PT Hexpharm Jaya Laboratories, menggelar kampanye “1001 Aksi Bareng Nephrolit: Urine Tuntas, Aktivitas Lancar” sebagai bentuk edukasi kesehatan saluran kemih kepada mitra ojol dan masyarakat umum.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan 1001 Aksi Bareng Nephrolit merupakan bukti komitmen Kalbe dan Hexpharm Jaya dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan saluran kemih, yang kerap dilupakan,” ujar Astrid Isnawati, Corporate External Communication PT Kalbe Farma Tbk.

Menurut Astrid, kampanye ini selaras dengan program keberlanjutan Kalbe bertajuk Bersama Sehatkan Bangsa. Produk Nephrolit, sebagai suplemen herbal berbasis ekstrak tanaman, turut dihadirkan untuk menjaga kesehatan, mencegah, dan mengobati gangguan saluran kemih seperti anyang-anyangan.

Penyakit batu saluran kemih merupakan penyakit ketiga terbanyak di bidang urologi setelah infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat, dengan prevalensi 1–20 persen. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatat, prevalensi gangguan ini di Indonesia meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada 2018. Risiko tertinggi terjadi pada laki-laki usia produktif (40–50 tahun), dengan rasio 3:1 dibanding perempuan.

dr. Hastarita Lawrenti, Medical Manager PT Kalbe Farma, menjelaskan bahwa disuria—gejala anyang-anyangan—merupakan indikasi awal batu saluran kemih yang dapat memburuk jika tidak ditangani.

“Gejalanya bisa ringan seperti nyeri saat buang air kecil, nyeri pinggang, hingga gangguan serius seperti gagal ginjal. Penyebabnya beragam, mulai dari dehidrasi, infeksi, kekurangan vitamin, hingga konsumsi makanan tinggi garam atau lemak,” jelasnya.

Salah satu mitra ojol, Wenda Suyatno atau akrab disapa Wenda Ojol, mengakui dirinya kerap mengalami anyang-anyangan saat menjalani aktivitas mengantar-jemput pelanggan hingga 12 jam per hari.

“Kalau lagi ngejar orderan, saya sering nahan pipis. Akibatnya, suka nyeri dan buang air kecil nggak tuntas. Tapi ya kadang takut ke rumah sakit karena mahal, jadi cari obat di apotek aja dulu,” kata Wenda.

Menurut apt. Rurynta Ferly Shavira, M.Farm, dosen dan praktisi kesehatan, tren terapi herbal untuk gangguan saluran kemih memang meningkat. Namun, ia menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat memilih produk herbal yang sudah tersertifikasi dan memiliki izin edar.

“Obat herbal itu ada standarnya, seperti Nephrolit yang sudah terbukti dan mengandung lima ekstrak herbal aktif, seperti daun kejibeling, kumis kucing, tempuyung, meniran, dan daun sendok. Khasiatnya sesuai dengan rekomendasi BPOM,” terang apt. Feri Sumarianto, S.Farm, Group Marketing Head PT Hexpharm Jaya Laboratories.

Kegiatan 1001 Aksi Bareng Nephrolit ini berlangsung selama satu bulan (19 Mei – 14 Juni 2025) dan menyasar 1001 mitra ojol di lima kota besar: Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Bali. Acara ini bekerja sama dengan Ismafarsi (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia) dan melibatkan skrining kesehatan gratis, edukasi, serta kampanye media sosial dan kompetisi mini vlog.

Program ini juga berhasil meraih Rekor MURI sebagai “Pemeriksaan Kesehatan dengan Peserta Driver Ojek Online Terbanyak”.

“Ini bukti bahwa kampanye kesehatan bisa menyentuh kelompok rentan secara langsung. Harapannya, makin banyak mitra ojol dan masyarakat yang sadar pentingnya menjaga kesehatan saluran kemih,” tutup apt. Feri Sumarianto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan