IPC TPK Kumpulkan 91 Kantong Darah di HUT ke-12: Wujud Kontribusi Sosial Berkelanjutan

IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyelenggarakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Donor Darah.

bogortraffic.com – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyelenggarakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Donor Darah. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun IPC Terminal Petikemas yang ke-12.

Penyelenggaraan Program TJSL Donor Darah dilakukan di Aula Museum Maritim Indonesia, Pelabuhan Tanjung Priok. Dilaksanakan pada pukul 08:30-11:30 WIB, kegiatan ini berhasil mengumpulkan 91 kantong darah dalam waktu 4 jam, melebihi target awal lebih dari 90 kantong darah. Seluruh darah yang terkumpul akan disalurkan kepada Palang Merah UTD DKI Jakarta. Aksi sosial ini telah menjadi agenda rutin tahunan IPC TPK dalam merayakan hari jadinya.

Bacaan Lainnya

“Momentum HUT IPC TPK ke-12 ini tidak hanya diperingati dengan rangkaian agenda perusahaan yang bersifat internal, kami juga terus memberikan kontribusi melalui aksi sosial donor darah,” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK.

Pada pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat animo yang tinggi dari peserta. Lebih dari 120 peserta yang terdiri dari pekerja di Pelindo Group di Pelabuhan Tanjung Priok turut terlibat aktif dalam kegiatan donor darah ini. Turut hadir dan memberikan dukungan pada kegiatan ini, Plt Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Tri Saputra, dan jajaran Direksi IPC TPK.

Plt Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Yandri Tri Saputra mengapresiasi langkah Program TJSL Donor Darah dalam memperingati Hari Ulang Tahun IPC TPK. “Kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada IPC TPK, semoga sukses selalu dan terus mendorong ekosistem maritim nasional,” tambahnya.

Menurut website resmi PMI DKI Jakarta (https://pmidkijakarta.or.id/), stok darah per tanggal 10 Juli 2025 tercatat sebanyak 34.647 kantong. Meskipun dalam jumlah aman untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, kebutuhan darah bersifat dinamis dan memiliki masa kadaluwarsa, sehingga stok yang cukup perlu terus dijaga.

“Semangat para pendonor melebihi harapan kami. Target kantong darah untuk program ini pun telah terpenuhi. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan stok darah dan memberikan manfaat kesehatan kepada para pendonor,” tutup Pramestie.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan