bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR- Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kabupaten Bogor, Adang menegaskan bahwa dari tiga pasien yang diduga terjangkit cacar monyet, dua di antaranya telah dinyatakan negatif, sementara satu pasien lainnya masih menunggu hasil uji laboratorium.
Adang menjelaskan bahwa gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar biasa, seperti demam tinggi, flu, batuk, dan munculnya bintik merah di tubuh.
“Setelah dilakukan pengambilan sampel dan uji laboratorium, dua pasien telah dinyatakan negatif. Namun, untuk satu pasien lainnya, hasil laboratorium masih perlu ditunggu selama sekitar dua minggu ke depan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dan membiasakan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus ini.
“Biasakan menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Jika ada yang sakit dengan gejala demam tinggi, flu, batuk, dan timbul bintik merah di badan, disarankan untuk menggunakan masker,” tambahnya.
Adang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.
“Meski penyakit ini berpotensi menjadi wabah, masyarakat tidak perlu panik. Pemkab Bogor terus memantau kondisi satu pasien yang belum keluar hasil uji laboratoriumnya, serta memantau kondisi di wilayah melalui Puskesmas.”
Ia juga memastikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Bogor, termasuk Puskesmas, siap menangani kasus yang diduga cacar monyet sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Selain itu, Adang mengingatkan warga yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri, khususnya dari negara-negara endemis cacar monyet seperti Amerika Serikat dan Afrika Selatan, untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala seperti demam, flu, batuk, atau muncul bintik merah di tubuh.
“Dengan kewaspadaan dan tindakan pencegahan yang tepat, diharapkan penyebaran penyakit ini dapat dikendalikan,” pungkasnya.





