Mengungkap Asal Usul Kata “Jancok” di Jawa Timur

Pasukan KNIL berfoto di depan Tank Stuart M3 miliki Captain Nix dalam operasinya di Garut pada 1947. (Dok. National Geographic Indonesia)

bogortraffic.com, BOGOR – Istilah “jancok” atau “dancok” telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Timur, terutama di kota-kota seperti Surabaya dan Malang. Menariknya, di luar wilayah ini, kata tersebut sering kali dianggap sangat negatif dan kasar.

Hal ini diungkap dalam laporan National Geographic Indonesia, yang menyoroti perbedaan persepsi terhadap istilah tersebut di berbagai daerah.

Bacaan Lainnya

Menurut Yam Saroh dalam artikelnya yang berjudul Discourse Analysis About “Jancok or Dancok” In Discourse (Semantic And Pragmatic), yang dipublikasikan oleh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Jombang pada tahun 2010, kata “jancok” digunakan oleh komunitas Jawa Timur baik sebagai ejekan maupun sapaan ramah.

Edi Samson, anggota pelestari cagar budaya kota Surabaya, menjelaskan bahwa istilah “jancok” mulai populer di Surabaya sejak tahun 1930-an.

“Para remaja keturunan Indonesia-Belanda (Indo) sering menggunakan kata ‘yantye-ook’, yang berarti ‘kamu juga’. Namun, dalam interaksi dengan pribumi, kata ini berubah menjadi ‘yancook’ dan kemudian ‘jancok’,” ujarnya dalam tulisan Yam Saroh.

Selain itu, Saroh mengungkapkan bahwa kata “jancok” juga bisa bermakna “di-encuk” (diperkosa), yang berasal dari kata “encuk” (hubungan suami istri tanpa status pernikahan).

“Ini memberikan konotasi negatif pada kata tersebut,” tulis Saroh.

Meskipun terdapat berbagai sumber yang menjelaskan asal-usul kata “jancok”, masyarakat Jawa Timur memiliki banyak variasi kata yang serupa, seperti “jancuk”, “dancuk”, “dampot”, “diancuk”, dan lainnya. Semua kata tersebut umumnya bermakna negatif dan digunakan sebagai umpatan.

Beberapa sumber lain menyebut bahwa istilah “jancok” lahir dari masa perjuangan melawan sekutu di era 1945, merujuk pada foto tank Belanda bertuliskan “Jan-Cox”. Namun, ini telah diklarifikasi sebagai informasi yang keliru. Foto tersebut sebenarnya diambil di Garut pada Oktober 1947 dan bukan di Surabaya selama pertempuran 10 November 1945.

Sebagai penutup, penting untuk memahami konteks budaya dan sejarah yang melingkupi penggunaan kata “jancok” di Jawa Timur. Meskipun sering dianggap kasar di luar wilayah tersebut, bagi masyarakat Jawa Timur, kata ini memiliki makna yang lebih luas dan kompleks dalam interaksi sosial mereka.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan