bogortraffic.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa keselamatan dan layanan keperintisan di wilayah terdepan, terluar, tertinggal, dan perbatasan (3TP) tetap menjadi prioritas strategis Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hal ini disampaikan Menhub saat berbincang dengan para jurnalis di Jakarta, Rabu (9/7) sore.
“Perintis masih membutuhkan dukungan dari pemerintah, mengingat rute-rute tersebut secara ekonomis belum memadai. Kemudian revitalisasi pelabuhan dan bandara yang seiring waktu ada penurunan daya dukung, kami ingin tetap bisa digunakan sehingga diperlukan perbaikan-perbaikan,” ujar Menhub Dudy.
Untuk mendukung pemenuhan fasilitas keamanan dan keselamatan transportasi, serta layanan keperintisan, Kemenhub telah mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp13,25 triliun. Dengan usulan tersebut, total pagu anggaran tahun 2026 akan menjadi Rp37,66 triliun, atau setara 77,02% dari total kebutuhan anggaran sebesar Rp48,88 triliun.
“Kami berharap kita tidak ketinggalan zaman untuk senantiasa memperbarui atau memodernisasi transportasi kita. Banyak hal yang perlu kita lakukan walaupun dengan anggaran yang efisien. Ada hal yang krusial misalnya kaitannya dengan navigasi. Hal-hal modernisasi untuk keselamatan, untuk keamanan, itu selalu menjadi prioritas kita,” jelas Dudy.
Menhub Dudy juga menyinggung soal penanganan truk Over Dimension Over Loading (ODOL). Menurutnya, ODOL merupakan ancaman keselamatan yang harus segera diatasi melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Korps Lalu Lintas Polri dan Jasa Marga.
“Kami peduli pada sopir baik keselamatan dan kesejahteraannya. Jadi seharusnya para sopir tidak perlu terlalu khawatir karena yang berkaitan dengan over dimensi tidak hanya melibatkan satu pihak saja, tapi akan dicari sampai siapa yang inisiatif melakukan perubahan dimensi tersebut,” ungkap Menhub.
Ia menambahkan bahwa pemasangan Weight In Motion (WIM), penyatuan data, dan pengawasan menyeluruh akan memperkuat penegakan hukum terhadap pelanggaran ODOL.
Dalam kesempatan itu, Menhub juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, Ketapang, yang terjadi pada Rabu (2/7). Ia menegaskan bahwa Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) telah memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari.
“Mohon doanya dari masyarakat Indonesia. Kami upayakan yang terbaik untuk menemukan korban. Setiap kecelakaan akan menjadi bahan evaluasi kami,” kata Dudy.
Ia menjelaskan bahwa modifikasi kapal memang lazim dalam industri pelayaran, namun tetap harus melalui penilaian independen, termasuk oleh Biro Klasifikasi Indonesia, sesuai aturan pelayaran internasional.
Didampingi oleh jajaran eselon I Kemenhub, Menhub Dudy juga menyampaikan pentingnya modernisasi dan sinergi antarmoda untuk menciptakan sistem transportasi yang profesional, efisien, dan merata.
Dengan pendekatan berbasis inklusi dan efisiensi anggaran, Kemenhub berkomitmen untuk terus menjamin aksesibilitas transportasi nasional, terutama di wilayah 3TP, sekaligus meningkatkan keselamatan publik melalui berbagai langkah modernisasi dan kolaborasi multisektor.





