bogortraffic.com – Perum Bulog mencatat pencapaian historis di bawah kepemimpinan Letnan Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya yang menjabat sebagai Direktur Utama sejak Februari 2025. Dalam waktu kurang dari enam bulan, Bulog berhasil menyerap 2,75 juta ton setara beras, tertinggi sepanjang sejarah lembaga tersebut. Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pun melonjak hingga 4,2 juta ton, berdasarkan data resmi pemerintah per Juli 2025.
Pakar pangan dari Universitas Andalas, Muhamad Makky, menyampaikan apresiasi atas kiprah Letjen Novi yang dinilai membawa perubahan signifikan di sektor pangan nasional.
“Pak Novi ini bekerja dalam senyap. Tidak banyak publikasi, tapi hasil kerjanya nyata. Gudang-gudang Bulog berhasil dibenahi dan mampu menampung panen raya secara optimal. Ini bukan capaian biasa, tapi legacy penting dalam sejarah pangan kita,” ujar Makky, Rabu (9/7/2025).
Makky menilai keberhasilan Letjen Novi bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga karena kemampuan strategis dalam mengonsolidasikan jaringan lintas sektor—mulai dari petani, Babinsa, Kementerian Pertanian, BUMN, hingga asosiasi pengusaha.
“Kinerja beliau tak hanya teknis, tapi juga strategis. Jaringannya luas dan kuat. Tidak heran jika ia diminta kembali ke militer karena perwujudan swasembada pangan sangat terkait erat dengan ketahanan nasional,” imbuhnya.
Letjen Novi diketahui dilantik sebagai Dirut Bulog melalui SK Menteri BUMN No. 30/MBU/02/2025. Meskipun masa tugasnya tergolong singkat, prestasi yang ditorehkan dianggap sebagai tonggak sejarah penting dalam penguatan sistem logistik pangan nasional.
Seperti gayanya yang low-profile, Letjen Novi datang dalam diam dan pergi dengan kehormatan. Ia memandang jabatan sebagai mandat negara yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab—sebagaimana sumpahnya saat bertugas di Kopassus.
Sebelum memimpin Bulog, Letjen Novi memiliki rekam jejak militer mumpuni, di antaranya: Wakil Komandan Paspampres, Komandan Korem 061/Suryakencana, Kepala Staf Kogartap I/Jakarta dan Panglima Kodam Iskandar Muda di Aceh.
Kini, setelah berhasil memperkuat cadangan beras nasional, Letjen TNI Novi Helmy resmi kembali ke institusi militer dan tengah menanti penugasan strategis berikutnya sebagai bagian dari pengabdian lanjutan kepada negara.
Peningkatan serapan gabah dalam waktu singkat menjadi bukti bahwa reformasi manajerial dan pendekatan militeristik yang diterapkan Letjen Novi mampu mendorong efisiensi dan kolaborasi. Selain itu, perbaikan sistem logistik dan distribusi turut memperkuat daya tahan Bulog dalam menghadapi tantangan cuaca, fluktuasi harga, serta krisis pangan global.





