Jumlah Korban Tewas Akibat Gempa Dahsyat Myanmar Tembus 3.301 Jiwa

Bangunan yang rusak setelah gempa bumi di Nay Pyi Taw, Myanmar (28/3/2025).

bogortraffic.com, MYANMAR – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo yang mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3) terus bertambah.

Hingga Jumat (4/4), laporan terbaru dari China Central Television (CCTV) menyebutkan sedikitnya 3.301 orang tewas, sementara 4.792 lainnya mengalami luka-luka dan 221 orang masih dinyatakan hilang.

Bacaan Lainnya

Angka tersebut menunjukkan lonjakan dari laporan sebelumnya yang mencatat 3.145 korban jiwa dan 4.589 orang luka-luka.

Gempa yang tergolong dangkal tersebut menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah dan dirasakan hingga ke negara-negara tetangga seperti Bangladesh, India, Laos, China, dan Thailand.

Pihak berwenang Myanmar melaporkan bahwa guncangan kuat tersebut tidak hanya menelan banyak korban jiwa, namun juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur vital, termasuk pipa minyak bawah tanah dan jaringan listrik nasional. Akibatnya, sebagian wilayah di negara itu mengalami pemadaman listrik dan kelangkaan bahan bakar.

Untuk mengatasi krisis energi, sejumlah tanker minyak telah tiba di Myanmar, sebagai bagian dari upaya mendesak memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat.

Bantuan Internasional Mengalir

Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin parah, beberapa negara telah mengirimkan bantuan darurat, termasuk tim penyelamat dan logistik. Di antara negara yang merespons cepat adalah Rusia dan Belarus, yang menerjunkan personel bantuan ke lokasi terdampak guna membantu proses evakuasi dan penanganan korban.

Otoritas Myanmar dan organisasi kemanusiaan internasional kini terus berupaya melakukan pencarian korban, pengiriman bantuan medis, dan penyediaan kebutuhan dasar bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal.

Gempa ini menjadi salah satu yang paling mematikan di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir dan memunculkan kekhawatiran akan potensi gempa susulan, mengingat posisi Myanmar yang berada di wilayah rawan aktivitas tektonik.

Hingga kini, dunia internasional terus memantau situasi dan menggalang bantuan guna meringankan beban masyarakat Myanmar yang tengah dilanda bencana besar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan