Iran Ancam Lanjutkan Operasi Militer hingga Israel “Menyesal”

Rudal melintas di atas Yerusalem selama serangan yang diluncurkan Iran ke Israel pada 13 Juni 2025.

bogortraffic.com — Ketegangan antara Iran dan Israel terus meningkat setelah serangan udara yang dilakukan Israel terhadap sejumlah fasilitas penting di Iran pada Jumat (13/6) dini hari. Menanggapi hal tersebut, Iran menyatakan akan melanjutkan operasi militernya hingga Israel merasa menyesal.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Brigadir Jenderal Abolfazl Shekarchi, juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, dalam siaran televisi pemerintah Iran pada Sabtu.

Bacaan Lainnya

“Kami akan melanjutkan operasi kami hingga rezim Zionis kriminal merasa menyesal,” tegas Shekarchi.

Serangan udara Israel pada Jumat dini hari disebut menargetkan fasilitas nuklir dan rudal strategis milik Iran. Berdasarkan laporan otoritas Iran, lebih dari 104 orang tewas, termasuk seorang komandan Garda Revolusi Iran (IRGC), beberapa perwira tinggi militer, dan sembilan ilmuwan nuklir. Selain itu, sekitar 380 orang dilaporkan terluka.

Sebagai balasan atas serangan tersebut, Iran meluncurkan rudal balistik ke beberapa wilayah di Israel. Serangan ini dilaporkan menewaskan tiga warga Israel dan menyebabkan lebih dari 170 orang terluka.

Menanggapi eskalasi tersebut, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan peringatan keras terhadap Teheran. Dalam pernyataannya, Katz menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, bertanggung jawab atas penderitaan rakyatnya dan memperingatkan akan adanya tindakan yang lebih ekstrem dari pihak Israel.

“Jika Khamenei terus menembakkan rudal ke wilayah Israel, Teheran akan dibakar,” ujar Katz dalam konferensi pers.

Ia juga menuduh Khamenei menjadikan warga sipil Iran sebagai sandera dalam konflik bersenjata ini.

Serangan timbal balik antara Iran dan Israel menambah kekhawatiran dunia internasional terkait potensi eskalasi konflik regional di Timur Tengah. Beberapa negara menyerukan deeskalasi dan dialog diplomatik, namun hingga kini belum ada tanda-tanda meredanya ketegangan antara kedua negara.

Perkembangan situasi ini terus dipantau oleh komunitas internasional, mengingat potensi dampaknya terhadap stabilitas kawasan dan keamanan global.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan