bogortraffic.com – Ketegangan kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran melancarkan serangan terbaru ke wilayah Israel pada Selasa pagi (17/6/2025). Dalam serangan tersebut, salah satu target utama adalah markas besar badan intelijen Israel, Mossad, yang terletak di kota pesisir Herzliya.
Portal berita Ynet melaporkan bahwa rudal Iran menghantam sebuah gedung delapan lantai di Herzliya yang diduga kuat menjadi fasilitas strategis Israel. Selain itu, sebuah bus kosong turut terbakar dalam insiden tersebut. Pemerintah Israel hingga kini belum memberikan keterangan resmi, namun telah melarang media dan warga menyebarluaskan informasi visual terkait lokasi-lokasi yang terkena serangan.
Sumber dari televisi Iran, SNN, juga menyebutkan bahwa Iran menargetkan pusat logistik intelijen militer Israel di pangkalan Glilot, wilayah pinggiran Tel Aviv. Lokasi tersebut disebut masih terbakar akibat tembakan rudal yang diluncurkan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
“(Pusat logistik intelijen militer Israel di Glilot masih) terbakar akibat tembakan rudal IRGC,” ujar laporan SNN.
Serangan yang menyasar Tel Aviv, Herzliya, dan Yerusalem Barat tersebut diklaim menyasar lokasi-lokasi sensitif, sebuah istilah yang biasanya merujuk pada fasilitas militer, pusat komando intelijen, dan infrastruktur strategis lainnya.
Laporan sementara menyebutkan setidaknya empat titik terkena dampak serangan rudal, dengan dua lokasi utama berada di Tel Aviv dan Herzliya. Meski belum ada konfirmasi resmi jumlah korban atau kerusakan secara detail, sejumlah saksi mata melaporkan ledakan besar dan kobaran api di beberapa lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Israel belum memberikan pernyataan terbuka terkait serangan terbaru ini. Namun pengamat menilai bahwa serangan terhadap markas Mossad dan pangkalan Glilot merupakan eskalasi serius dalam konflik terbuka antara Iran dan Israel.
Belum diketahui pasti apakah serangan ini merupakan balasan atas tindakan militer sebelumnya atau bagian dari operasi besar yang dirancang Iran untuk melemahkan struktur pertahanan Israel.
Pihak internasional mulai menyuarakan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik regional, terutama jika Israel membalas serangan tersebut secara langsung dalam waktu dekat.





