bogortraffic.com, FILIPINA– Kondisi cuaca panas yang parah di Filipina telah menimbulkan dampak serius pada berbagai sektor kehidupan warga negara tersebut. Dampaknya bahkan sudah terasa dalam produksi pertanian, pasokan air listrik, dan beban bagi dunia usaha.
Indeks panas mencapai 50 derajat Celsius di beberapa wilayah, menyebabkan keadaan semakin terasa menyengat. Situasi ini diperburuk oleh fenomena El Nino yang sedang terjadi, memperparah keadaan panas di negara tersebut. Selain mengganggu sektor ekonomi, warga juga mulai mengalami masalah kesehatan akibat kondisi tersebut.
Cuaca panas yang ekstrem dapat membahayakan kelompok rentan. Banyak yang mengalami masalah kesehatan seperti pusing, muntah, hingga pingsan jika terpapar panas dalam jangka waktu yang lama.
Sebagai respons terhadap kondisi ini, ribuan sekolah telah diliburkan. Data Kementerian Pendidikan Filipina mencatat sekitar 3,6 juta siswa terdampak.
“Sekarang cuaca sangat panas. Panasnya membakar kulit saya, tidak seperti panas biasanya (musim panas) yang bisa ditoleransi,” ujar Kirt Mahusay (23), seorang warga Filipina.
Guru sekolah menengah, Memia Santos (62), juga mengeluhkan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi akibat panas. Asosiasi Rumah Sakit Swasta Filipina (PHAPi) telah menyiapkan diri untuk menghadapi lonjakan pasien yang mengalami penyakit terkait panas.
Presiden PHAPi, Dr. Jose Rene de Grano, menyatakan bahwa rumah sakit swasta siap merawat pasien yang mengalami dehidrasi, kram panas, kelelahan akibat panas, hingga heatstroke. Meskipun demikian, sebagian besar pasien yang datang ke rumah sakit tidak dalam kondisi serius dan dapat dipulangkan setelah beberapa jam.
Departemen Kesehatan Filipina mencatat bahwa enam orang telah meninggal akibat gelombang panas dalam periode 1 Januari hingga 18 April. Kasus-kasus tersebut terjadi di beberapa wilayah, termasuk Visayas Tengah, Ilocos, dan Soccsksargen.





