bogortraffic.com – Fenomena viralnya Tarian Pacu Jalur Riau di kancah internasional kini menjadi sorotan utama, khususnya di kalangan pegiat ekonomi kreatif.
Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) melihat potensi besar dari popularitas tarian tradisional ini untuk mendongkrak perekonomian lokal, meniru jejak sukses lagu ‘Despacito’ yang mampu membangkitkan ekonomi Puerto Rico.
Tarian Pacu Jalur, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi perlombaan perahu tradisional di Kuantan Singingi, Riau, belakangan ini menyita perhatian publik global melalui berbagai platform media sosial. Gerakan energik dan kekayaan budaya yang terpancar dari tarian ini berhasil menembus batas-batas geografis, menjadikannya ikon baru yang menarik minat khalayak internasional.
Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, menyoroti fenomena ini dengan optimisme tinggi. Ia merujuk pada keberhasilan ‘Despacito’ sebagai contoh nyata bagaimana sebuah karya seni dapat menjadi lokomotif ekonomi.
“Puerto Rico, negara yang hampir bangkrut, namun bisa bangkit dengan adanya lagu Despacito yang viral. Hal ini mengandung ekonomi kreatif, yaitu bisa mendatangkan turis-turis asing untuk berkunjung ke negara tersebut. Ini bisa membuat ekonomi negara tersebut bangkit,” ujar Kawendra, menggarisbawahi potensi besar yang dimiliki Tarian Pacu Jalur, Sabtu (12/7/2025).
Senada dengan Kawendra, Anggota Banom UMKM DPP Gekrafs, Budi Ridhollah S.I.Kom., menambahkan bahwa viralnya Tarian Pacu Jalur adalah momentum emas yang harus dimanfaatkan secara optimal.
“Popularitas tarian ini adalah aset berharga. Jika dikelola dengan strategi ekonomi kreatif yang tepat, seperti promosi destinasi wisata Riau yang terkait erat dengan Pacu Jalur, pengembangan merchandise, hingga lokakarya tari bagi wisatawan. Maka, dampaknya terhadap UMKM dan sektor pariwisata di Riau akan sangat signifikan,” jelas Budi Ridhollah, merinci potensi yang bisa digali.
Gekrafs meyakini bahwa Tarian Pacu Jalur tidak hanya sekadar hiburan, melainkan sebuah gerbang untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia, sekaligus menarik investasi dan kunjungan wisatawan. Potensi untuk menciptakan paket wisata budaya yang komprehensif, melibatkan akomodasi lokal, kuliner khas, dan kerajinan tangan, dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
“Kita punya potensi besar di setiap daerah, dan Tarian Pacu Jalur adalah buktinya. Ini bukan hanya tentang tariannya, tapi tentang cerita di baliknya, masyarakatnya, dan seluruh ekosistem ekonomi kreatif yang bisa tumbuh bersamanya,” pungkas Budi Ridhollah.
Gekrafs berkomitmen untuk mendukung penuh inisiatif dan program yang dapat memaksimalkan potensi ekonomi kreatif dari fenomena Tarian Pacu Jalur Riau. Mereka berharap ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan memanfaatkan kekayaan budaya sebagai kekuatan ekonomi.
Sebagai informasi, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) adalah organisasi yang berfokus pada pengembangan dan pemberdayaan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia, dengan tujuan mendorong inovasi, kolaborasi, dan pertumbuhan sektor ini sebagai salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional.





