bogortraffic.com, RAGAM- Salat tahajud adalah amalan sunnah yang memiliki banyak keutamaan, termasuk membantu terkabulnya hajat oleh Allah SWT.
Salat ini juga dianggap sebagai salat sunnah paling utama setelah salat wajib, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW: “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Sementara salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.” (HR Muslim).
Keutamaan Salat Tahajud
Mengutip dari buku Dahsyatnya Tahajud, Subuh & Dhuha oleh Adnan Tarsyah, salat tahajud dapat dilakukan setelah salat Isya hingga sebelum fajar, dan harus didahului dengan tidur. Selain mengandung keutamaan spiritual, salat tahajud juga memberikan ketenangan dan kedekatan dengan Allah SWT yang lebih intens.
Doa Setelah Salat Tahajud
Usai mendirikan salat tahajud, terdapat doa khusus yang dapat diamalkan oleh umat Muslim. Doa ini menegaskan pengakuan dan penghambaan kepada Allah, serta memohon ampunan dan kekuatan dari-Nya.
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Doa dalam Latin:
Allâhumma rabbana lakal hamdu. Anta qayyimus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta malikus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu anta nûrus samâwâti wal ardhi wa man fî hinna. Wa lakal hamdu antal haq. Wa wa’dukal haq. Wa liqâ’uka haq. Wa qauluka haq. Wal jannatu haq. Wan nâru haq. Wan nabiyyûna haq. Wa Muhammadun shallallâhu alaihi wasallama haq. Was sâ’atu haq. Allâhumma laka aslamtu. Wa bika âmantu. Wa alaika tawakkaltu. Wa ilaika anabtu. Wa bika khâshamtu. Wa ilaika hâkamtu. Fagfirlî mâ qaddamtu, wa mâ akhkhartu, wa mâ asrartu, wa mâ a’lantu, wa mâ anta a’lamu bihi minnî. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru. Lâ ilâha illâ anta. Wa lâ haula, wa lâ quwwata illâ billâh
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan kami, segala puji bagiMu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di dalamnya. Segala puji bagiMu, Engkau Maha Benar. JanjiMu benar. Pertemuan denganMu kelak itu benar. FirmanMu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepadaMu aku berserah. Hanya kepadaMu juga aku beriman. KepadaMu aku pasrah. Hanya kepadaMu aku kembali. KarenaMu aku rela bertikai. Hanya padaMu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan, dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya dan kekuatan selain pertolongan Allah.” (HR Bukhari dan Muslim).
Jumlah Rakaat Salat Tahajud
Salat tahajud dapat dilakukan dengan minimal dua rakaat tanpa batasan maksimal. Beberapa riwayat menyebut jumlah rakaat yang dilakukan Rasulullah SAW antara 11 hingga 13 rakaat.
Contoh riwayat dari Aisyah RA menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa melakukan salat malam sebanyak 11 rakaat, sedangkan riwayat dari Ibnu Abbas RA menyebutkan 13 rakaat.
Tata Cara Salat Tahajud
Berikut adalah tata cara pelaksanaan salat tahajud:
1. Membaca niat salat tahajud:
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Latin: Usholli sunatat tahajudi rak’ataini mustakbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala.”
2. Takbiratul ihram diikuti doa iftitah
3. Membaca surat Al Fatihah
4. Membaca surat dalam Al-Qur’an
5. Rukuk
6. I’tidal
7. Sujud
8. Mengulang gerakan seperti rakaat pertama
9. Membaca doa tahiyat akhir pada rakaat kedua
10. Salam
Waktu Pelaksanaan Salat Tahajud
Salat tahajud dapat dilakukan dalam tiga bagian malam:
1. Sepertiga malam pertama: Pukul 20.30 – 23.00
2. Sepertiga malam kedua: Pukul 23.00 – 01.30 dini hari
3. Sepertiga malam ketiga: Pukul 01.30 dini hari – jelang waktu Subuh
Waktu yang paling utama untuk melaksanakan salat tahajud adalah sepertiga malam terakhir, menjelang waktu Subuh. Salat pada waktu ini diyakini lebih mustajab dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.





