bogortraffic.com, BOGOR- Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, secara resmi menerbitkan surat tanah elektronik pertama untuk kawasan inti pusat pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN). Sertifikat ini diperuntukkan bagi Istana Negara dan Istana Garuda.
Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan hal tersebut di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, pada Jumat. Sertifikat tanah elektronik ini menjadi langkah awal dalam pengelolaan aset di IKN, menyusul peresmian bangunan Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo.
“Ini adalah sertifikat pertama di KIPP IKN untuk Istana Negara dan Istana Garuda,” kata Menteri AHY, setelah acara peresmian yang dihadiri oleh Presiden Jokowi.
Sertifikat yang diserahkan Menteri AHY kepada Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) Pratikno ini merupakan hak pakai untuk kedua istana tersebut, yang memiliki luas 56,87 hektare atau 568.705 meter persegi. Pemegang sertifikat hak pakai ini adalah Pemerintah Republik Indonesia, sebagai perwakilan sah dari Kementerian Sekretariat Negara.
Harapan untuk Masa Depan
Agus berharap peresmian Istana Negara di ibu kota baru Indonesia ini akan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi rakyat. “Dengan peresmian ini, kami berharap dapat mendukung pembangunan infrastruktur dan pemerintahan yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.
Presiden Jokowi menambahkan bahwa saat ini hanya Istana Negara yang telah diresmikan, sedangkan Istana Garuda masih dalam tahap penyelesaian akhir. Penyelesaian untuk Istana Garuda diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu bulan ke depan, menjelang berakhirnya masa jabatan kepala negara saat ini pada 20 Oktober 2024.
“Yang akan meresmikan Istana Garuda nanti adalah Presiden Prabowo Subianto, setelah dilantik sebagai kepala negara,” kata Jokowi.
Kedua istana ini diharapkan menjadi simbol kemajuan Indonesia di abad XXI, seiring dengan langkah transformasi yang sedang dilakukan melalui pembangunan IKN.
Peresmian Fasilitas Kesehatan
Selain meresmikan bangunan Istana Negara, Presiden Jokowi juga meresmikan Rumah Sakit Hermina Nusantara dan Mayapada Hospital Nusantara pada hari yang sama, sebagai bagian dari upaya meningkatkan layanan kesehatan di kawasan IKN.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan IKN dapat menjadi pusat pemerintahan dan kesejahteraan yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan untuk masa depan Indonesia.





