1.000 Ruang Kelas Rusak di Kabupaten Bogor, Disdik: Itu Jumlah yang Masih Wajar

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Bambang Tawekal

bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR – Persoalan gedung sekolah dan ruang kelas rusak masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas di Kabupaten Bogor. Kondisi tersebut bahkan dirasakan langsung oleh para siswa dan guru di sejumlah wilayah, yang terpaksa menjalani proses belajar mengajar di ruang kelas yang tidak lagi layak digunakan.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, tak menampik hal tersebut. Ia mengakui bahwa setiap tahun, kerusakan ruang kelas menjadi masalah rutin yang harus ditangani pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

“Iya, setiap tahun pasti ada saja ruang kelas sekolah yang rusak. Tapi kami selalu menganggarkan untuk perbaikan,” ujar Bambang saat dikonfirmasi, Sabtu (31/5/2025).

Bambang menjelaskan, pihaknya tidak menghitung kerusakan berdasarkan jumlah gedung sekolah secara keseluruhan, tetapi melalui jumlah ruang kelas rusak di setiap sekolah, baik itu kategori ringan, sedang, maupun berat.

“Tahun ini, Dinas Pendidikan sudah menerima laporan dari sekolah-sekolah terkait ruang kelas yang harus menjadi prioritas perbaikan,” jelasnya.

Total, menurut Bambang, terdapat sekitar 1.000 ruang kelas rusak yang telah tercatat. Meski jumlah ini terdengar besar, ia menilai angka tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan total ruang kelas yang tersebar di seluruh sekolah negeri di Kabupaten Bogor.

“Kalau satu sekolah saja ada 10 ruangan, dan dua di antaranya rusak, ya sudah berapa. Jadi angka 1.000 itu tidak terlalu banyak sebenarnya,” tegas Bambang.

Disdik Kabupaten Bogor saat ini tengah melakukan pemetaan dan pengelompokan berdasarkan tingkat kerusakan, agar proses perbaikan bisa dilakukan secara bertahap dan efisien. Anggaran untuk setiap ruang kelas juga disesuaikan dengan tingkat kerusakan.

Bambang menambahkan, Kabupaten Bogor memiliki lebih dari 1.538 SD Negeri dan sekitar 100 SMP Negeri. Jika dikalkulasikan, potensi jumlah ruang kelas bisa mencapai puluhan ribu, sehingga kerusakan pada 1.000 ruang dinilai masih dalam batas normal untuk wilayah dengan cakupan seluas Kabupaten Bogor.

Meski demikian, kondisi ini tetap menuai sorotan dari masyarakat. Banyak pihak berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih besar terhadap infrastruktur pendidikan, agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

Sejumlah orang tua murid dan komunitas pendidikan juga mendorong adanya percepatan dalam perbaikan, terutama untuk ruang kelas dengan kondisi rusak berat yang berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan guru.

Persoalan kerusakan ruang kelas memang bukan hal baru, namun penanganannya tetap menjadi indikator penting dalam kualitas pelayanan pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor berjanji akan terus berupaya memperbaiki kondisi tersebut secara bertahap, seiring dengan penguatan sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat.

“Yang penting kepala sekolah juga aktif menyuarakan kebutuhan perbaikan kepada Pemkab melalui Dinas Pendidikan. Kami terbuka dan siap menindaklanjuti laporan-laporan itu,” pungkas Bambang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan