bogortraffic.com – Di tengah hiruk-pikuk Jatinegara, Jakarta Timur, sebuah inisiatif bernama “Cahaya dari Gang Kecil” membawa harapan baru bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Tujuannya jelas mendorong pengembangan soft skill, kreativitas, dan kepercayaan diri anak-anak melalui pembelajaran yang inovatif.
Dosen pengampu mata kuliah Community Development, Rizka Septiana, M.Si mengatakan Program workshop yang digagas oleh mahasiswa semester 6 Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR Bekasi ini, berpusat di Rumah Belajar Gang Satoe, Jl. Gergaji, Kelurahan Jatinegara.
“Hari ini saya bukan hanya bangga kepada anak-anak Rumah Belajar Gang Satoe, tapi juga kepada mahasiswa kelas PRDC26- 2TP LSPR Institute Communication and Business yang sudah turun langsung dan membawa perubahan nyata. Lewat aksi sederhana dan penuh kepedulian, mereka membuktikan bahwa cahaya bisa lahir dari gang kecil,” ungkap Rizka Septiana.
Rizka menjelaskan bahwa program “Cahaya dari Gang Kecil” ini merupakan bagian dari mata kuliah Community Development LSPR, yang terintegrasi dengan Public Relations Program & Evaluation, Public Relations Communication Technique, dan Creative Production & Publicity.
“Lebih dari sekadar tugas kuliah, ini adalah bentuk kontribusi nyata LSPR dalam mendukung program pemerintah “Kampus Membangun Desa” dan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas.” tuturnya
Sementara itu, Mahmud Sidik, pendiri Rumah Belajar Gang Satoe, mengungkapkan keprihatinannya akan lingkungan yang rawan tawuran pelajar.
“Saya ingin anak-anak memiliki ruang untuk belajar dan beraktivitas positif agar tidak terjerumus dalam pengaruh lingkungan yang buruk. Kehadiran kakak-kakak mahasiswa di sini sungguh melegakan, karena menunjukkan bahwa masih ada anak muda yang peduli dan mau menciptakan peluang belajar bagi adik-adiknya,” ujar Mahmud Sidik.
Ditempat yang sama, Silvia Praestice, Ketua Pelaksana Satoe Spark, menambahkan bahwa workshop ini bertujuan mendorong anak-anak untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri mereka.
“Kami berharap anak-anak dapat menjadi agent of change di lingkungannya dengan terus berkegiatan positif, mencari potensi diri, dan mengembangkannya sehingga dapat menjadi pribadi yang berguna dan berdampak positif bagi sekitar,” kata Silvia.
Anak-anak diajak membuat karya kreatif berupa kaos tie dye, yang kemudian dipamerkan dalam sesi Fun Show. Pada sesi ini, mereka mempresentasikan hasil karya secara berkelompok, melatih kerja sama tim dan kemampuan berbicara di depan umum.
Workshop ini juga menghadirkan etalase hasil karya tie dye buatan panitia dan Karang Taruna, yang dapat dilihat atau dibeli pengunjung.
Salah satu momen bermakna adalah Papan Harapan, tempat anak-anak menuliskan impian mereka di selembar kertas dan menempelkannya di papan kayu.
Kegiatan ini menjadi simbol semangat bermimpi dan bertumbuh, serta representasi nilai untuk memberi ruang bagi anak-anak mengenal dan mengungkapkan impian, menumbuhkan optimisme menghadapi masa depan.
Sesi inti diisi dengan penyampaian materi oleh Grace Heidy Jane Amanda Wattimena, M.Si., dosen Ilmu Komunikasi yang dikenal dengan pendekatan edukatif dan komunikatif. Anak-anak diajak memahami pentingnya keterampilan komunikasi, kerja sama tim, serta mengenal potensi peluang usaha melalui penjualan.
Materi disampaikan secara interaktif dan menyenangkan, mendorong anak-anak aktif dalam berbagai latihan dan simulasi untuk meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan berbicara di depan umum.
Melalui Workshop “Cahaya dari Gang Kecil”, LSPR ingin menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan pengembangan soft skill dapat dimulai dari ruang sederhana namun penuh makna seperti Rumah Belajar Gang Satoe.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjalin kolaborasi antara mahasiswa, komunitas lokal, dan pemerintah dalam membangun lingkungan positif bagi anak-anak.
Diharapkan, program ini memberikan dampak positif dalam membentuk karakter anak-anak yang percaya diri, kreatif, dan mampu bekerja sama menghadapi tantangan masa depan.





