bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan industri musik komunitas dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menyatakan bahwa industri kreatif, terutama subsektor musik, memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu diungkapkan saat acara MiCE TO MEET YOU bertema “Road to Festival Karya Musik Komunitas 2024″ yang digelar di Club House RSJ Marzoeki Mahdi Heritage Golf Field, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (21/9/2024).
Sandiaga menekankan bahwa penyelenggaraan festival musik berdampak signifikan, terutama di wilayah tempat festival diadakan.
“Festival musik membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat infrastruktur pariwisata di daerah,” ujarnya.
Industri musik dalam bentuk festival memiliki dampak turunan yang besar, dari penciptaan lapangan kerja di sektor kuliner, pekerja panggung, penyewaan alat musik, hingga pekerja media sosial, penjualan tiket, dan keamanan. Bahkan, pada tahun 2020, subsektor musik berhasil berkontribusi hampir Rp6 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional. Pemerintah menargetkan subsektor ini dapat menyerap 70.000 tenaga kerja.
“Pemerintah terus mendukung perkembangan industri musik melalui berbagai kebijakan, termasuk program pemasaran dan digitalisasi perizinan event, untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia,” kata Sandiaga.
Dalam acara tersebut, juga diadakan diskusi mengenai manajemen industri musik dan rekaman bagi anak komunitas. Diskusi ini melibatkan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan musisi untuk mengatasi tantangan hilirisasi industri musik yang terus berkembang seiring perubahan teknologi dan pola konsumsi musik.
Sandiaga menekankan pentingnya adaptasi teknologi dalam produksi, pemasaran, dan distribusi musik agar dapat memaksimalkan potensi hilirisasi industri musik.
“Hilirisasi yang kuat adalah kunci untuk menciptakan ekosistem musik Indonesia yang berkelanjutan dan mampu bersaing di kancah global,” tegasnya.
Sandiaga juga menyoroti misi yang diusung oleh Federasi Serikat Musisi Indonesia (FESMI), terkait kolaborasi antara musik dan kesehatan jiwa sebagai bagian dari health tourism yang dilakukan di RSJ Marzoeki Mahdi.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan asosiasi Meeting, Incentive, Conferences, and Exhibitions (MICE), agen pariwisata, pengelola convention center, mahasiswa studi pariwisata, serta komunitas fotografi, sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pertumbuhan industri musik dan pariwisata di Indonesia.





