Kembali Main Film Bareng Anna Jobling, Bamsoet Tekankan Perfilman sebagai Pilar Ekonomi Kreatif

Bamsoet saat menghadiri syukuran bersama para artis, para pendukung serta kru film Bravo Romeo Production di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (6/7/25).

bogortraffic.com – Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet) kembali meramaikan industri perfilman Tanah Air.

Kali ini, ia didapuk memerankan seorang dokter dalam sebuah film layar lebar produksi Bravo Romeo Production, yang juga dibintangi oleh aktris asal Malaysia Anna Jobling serta sederet aktor-aktris nasional.

Bacaan Lainnya

Dalam acara syukuran film yang digelar di Parle Senayan, Jakarta, Minggu (6/7/2025), Bamsoet menegaskan bahwa industri perfilman harus menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan ekonomi kreatif Indonesia.

“Film bukan hanya karya seni, tetapi juga industri yang mampu menggerakkan ekonomi secara luas. Produksi satu film bisa menyerap ratusan tenaga kerja, menghidupkan UMKM lokal, hingga mengangkat potensi daerah melalui lokasi syuting,” ujar Bamsoet.

Syukuran film turut dihadiri oleh Producer/Director Boy Rano, Executive Producer Jeane Sompie, dan para pemeran utama seperti Anna Jobling, Naomi Zaskia, Pangeran Lantang, Erlando, Tiara Permata, Dewi Jane, Julian Kunto, Said Bajuri, hingga Samuel Rizal.

Kolaborasi lintas negara dalam film ini dinilai Bamsoet sebagai bentuk nyata diplomasi budaya, yang sekaligus memperkuat posisi Indonesia di kancah perfilman internasional.

Ketua MPR RI ke-15 dan Ketua DPR RI ke-20 ini memaparkan bahwa kontribusi sektor film terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif terus meningkat.

“Pada tahun 2024, sektor perfilman menyumbang lebih dari Rp 3,4 triliun terhadap PDB ekonomi kreatif nasional,” ungkapnya.

Dengan permintaan konten lokal yang terus meningkat serta keberhasilan film Indonesia menembus pasar global, Bamsoet yakin angka tersebut akan terus tumbuh pesat.

Menurut Bamsoet, era digital telah membuka peluang distribusi film Indonesia ke seluruh dunia. Platform Over The Top (OTT) seperti Netflix, Disney+ Hotstar, Vidio, dan Amazon Prime Video menjadikan film nasional bisa ditonton oleh jutaan penonton lintas negara.

“Film Indonesia kini bisa dinikmati jutaan pasang mata di berbagai belahan dunia, menjangkau penonton dari lintas negara,” katanya.

Namun, Bamsoet juga mengingatkan bahwa tantangan ke depan adalah membangun ekosistem perfilman nasional yang inklusif dan berdaya saing tinggi.

“Kita perlu memperluas akses pendanaan, memperkuat pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia, serta memperbaiki distribusi film ke luar Jawa yang selama ini masih timpang,” tegasnya.

Ia menambahkan, semua pihak—pemerintah, komunitas kreatif, investor, hingga lembaga pendidikan—harus menjadikan industri film sebagai bagian integral dari strategi pembangunan nasional berbasis ekonomi kreatif.

“Perfilman tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri sebagai industri hiburan semata,” pungkas Bamsoet.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan