Pengamat IPB Minta Bulog Serap Gabah Sesuai HPP Rp6.500 per Kilogram

Pengamat IPB Minta Bulog Serap Gabah Sesuai HPP Rp6.500 per Kilogram

bogortraffic.com, BOGOR – Pengamat Pertanian IPB University, Prima Gandhi, yang saat ini tengah menempuh studi di Tokyo University of Agriculture, Jepang, meminta Perum Bulog untuk menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

Gandhi menyesalkan kondisi di lapangan yang masih menunjukkan harga gabah di bawah HPP, bahkan anjlok hingga Rp5.500 per kilogram, yang membuat petani semakin terpuruk.

Bacaan Lainnya

“Presiden sudah menegaskan agar tidak ada pihak yang menurunkan harga gabah petani. Namun, faktanya di lapangan, serapan gabah masih di bawah HPP. Bulog seharusnya mendukung penuh arahan Presiden,” ujar Gandhi, Jumat (7/2/2025).

Menurut Gandhi, peranan Bulog sangat krusial dalam menjaga kesejahteraan petani dan meningkatkan produksi beras nasional. Pemerintah telah menargetkan swasembada beras dan penghentian impor pada tahun ini, sehingga kebijakan penyerapan gabah harus benar-benar berjalan sesuai HPP.

“Jika Bulog tidak menyerap gabah sesuai HPP, maka penetapan harga ini hanya menjadi formalitas. Padahal, HPP dihitung berdasarkan biaya produksi yang dikeluarkan petani,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pola harga gabah dalam lima tahun terakhir (2020-2024), di mana harga GKP selalu mengalami penurunan dari Januari hingga April, kecuali pada Januari 2024 yang sempat naik sebelum kembali turun drastis pada April 2024.

Jika harga gabah terus anjlok dan penyerapan oleh Bulog tidak optimal, Gandhi memperingatkan bahwa minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bertani akan semakin menurun.

“Kalau ini terus berulang, petani akan semakin merugi dan anak-anak muda enggan bertani. Bulog harus berhenti terlalu berorientasi pada keuntungan semata dan mulai mengedepankan kepentingan petani serta produksi dalam negeri,” jelasnya.

Sebagai solusi, Gandhi menekankan pentingnya meniru model kebijakan Jepang, Vietnam, dan Thailand, yang selalu membeli hasil pertanian petani mereka sesuai harga yang telah disepakati.

“Saatnya Indonesia berubah! Pemerintah harus memberikan perhatian besar kepada petani dengan memastikan gabah mereka dibeli sesuai HPP,” tegas Gandhi, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang).

Dengan penyerapan gabah yang optimal, diharapkan target swasembada beras dapat tercapai lebih cepat, serta kesejahteraan petani semakin meningkat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan