Kejati Jabar Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Otista Kota Bogor Senilai Rp 52 Miliar

Presiden Joko Widodo secara resmi meresmikan Jembatan Otto Iskandar Dinata (Otista) di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Selasa, 19 Desember 2023. (Foto: Dok. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)

bogortraffic.com, BOGOR- Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) tengah mendalami dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Jembatan Otista Kota Bogor yang bernilai Rp 52 miliar. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Nur Sri Cahyawijaya, mengonfirmasi hal ini dalam keterangan pers yang diberikan pada Selasa (24/09/2024).

Nur Sri menyampaikan bahwa tim penyelidik sedang mengumpulkan alat bukti untuk mengusut kasus tersebut. “Kami melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi di Dinas PUPR Kota Bogor,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Sejumlah pihak terkait telah dimintai keterangan dalam kasus ini, termasuk mantan Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Rena Da Frina. Namun, Rena tidak memenuhi panggilan yang telah dijadwalkan oleh Kejati Jabar. Selain itu, Kejati juga mempertimbangkan untuk memanggil mantan Wali Kota Bogor, Bima Arya, mantan Wakil Wali Kota, Dedie A Rachim, serta mantan Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Menanggapi kabar pemanggilan tersebut, Rena Da Frina, yang kini mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bogor dalam Pilkada 2024, membantah telah menerima panggilan dari Kejati Jabar. “Saya tidak mendapat panggilan,” ujarnya saat dihubungi media. Rena menambahkan bahwa saat ini fokusnya adalah pada langkah-langkah untuk meraih kemenangan dalam Pilkada Kota Bogor yang akan digelar pada 27 November 2024.

Proyek pembangunan Jembatan Otista, yang dilakukan oleh PT Mina Fajar Abadi, sebelumnya telah memicu berbagai kontroversi. Jembatan yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Desember 2023 itu pernah dipermasalahkan karena diduga melanggar aturan cagar budaya. Hal ini menyebabkan perubahan dalam rencana pembongkaran jembatan.

Hingga saat ini, proyek tersebut masih menuai kritik karena belum memberikan dampak signifikan dalam mengatasi kemacetan di Jalan Otista. Terutama pada saat liburan dan akhir pekan, kemacetan masih menjadi masalah utama di kawasan tersebut.

Penyelidikan ini menarik perhatian publik, mengingat beberapa calon Wali Kota yang terlibat dalam proyek tersebut kini sedang berkompetisi dalam Pilkada Kota Bogor 2024.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan