bogortraffic.com, BOGOR — Komisi IV DPRD Kota Bogor mengkritisi masih minimnya fasilitas sarana dan prasarana pendidikan di Kota Bogor. Kekurangan ruang dan gedung sekolah membuat sejumlah angkatan siswa tidak tertampung di sekolah negeri, yang berdampak pada sistem penerimaan siswa baru setiap tahunnya.
Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata, menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kota Bogor perlu memprioritaskan pembangunan sekolah baru dan perbaikan ruang kelas agar para peserta didik bisa mendapatkan fasilitas pendidikan yang memadai.
Dadang menyampaikan bahwa APBD 2025 Kota Bogor harus diatur sedemikian rupa agar pendidikan menjadi prioritas utama, dengan mengalokasikan 20% dari anggaran untuk sektor ini.
“APBD Kota Bogor harus mengamanatkan alokasi pendidikan sebesar 20%. Dengan begitu, pembangunan sekolah baru dan perbaikan ruang kelas dapat menjadi prioritas dari Dinas Pendidikan Kota Bogor,” ujar Dadang pada Senin (28/10/2024).
Selain itu, Komisi IV juga menyoroti kondisi beberapa sekolah yang rusak dan rawan ambruk, terutama saat cuaca ekstrem.
Menurut Dadang, sekolah-sekolah yang berisiko ambruk seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah, agar keselamatan para siswa dan guru di sekolah tersebut dapat terjamin.
Dengan langkah ini, diharapkan Dinas Pendidikan Kota Bogor bisa mengoptimalkan fasilitas pendidikan dan mengatasi kekurangan sarana yang menjadi keluhan masyarakat.





