bogortraffic.com, BOGOR- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bogor membuka kesempatan bagi masyarakat Kota Bogor untuk bekerja di Jepang melalui program Specified Skilled Worker (SSW). Program ini merupakan hasil kerja sama antara Disnaker Kota Bogor dan Yayasan Indonesian-Japan Business Network (IJB Net), yang menawarkan berbagai bidang profesi.
Kepala BLK Kota Bogor, Gita Ratna Novi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memfasilitasi warga yang berminat bekerja di Jepang, sekaligus sebagai solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Bogor.
“Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri, khususnya di Jepang. Selain itu, kami berharap hal ini juga dapat mengurangi tingkat pengangguran di Kota Bogor,” kata Gita saat acara Open House Program SSW, Jumat (11/10/2024).
Meski begitu, calon tenaga kerja harus melewati serangkaian seleksi dan pelatihan yang diadakan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor sebelum diberangkatkan.
Koordinator Program SSW, Yani M. Jaya, menyebut ada 16 bidang profesi yang dapat dipilih dalam program ini, di antaranya keperawatan, pertanian, perhotelan, restoran, serta industri makanan dan minuman. Program ini ditujukan bagi pemuda Indonesia berusia 18-30 tahun dengan pendidikan minimal SMP (untuk bidang pertanian) dan SMA/SMK untuk bidang lainnya.
“Setelah mendaftar, peserta akan menjalani beberapa tahapan seleksi, termasuk seleksi administrasi, tinggi dan berat badan, kesehatan, psikotes, serta wawancara dengan mitra kami di Jepang,” ungkap Yani.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, peserta akan mengikuti pelatihan Bahasa Jepang dan pelatihan keahlian sesuai dengan bidang profesi yang dipilih. Proses pendidikan dan pelatihan ini akan berlangsung selama enam bulan.
Yani menambahkan, bidang profesi pertama yang akan diberangkatkan adalah sektor pertanian, dengan pendaftaran yang akan ditutup besok. Namun, pihaknya masih membuka kemungkinan bagi calon tenaga kerja yang ingin mendaftar.
“Sementara pelatihan akan dimulai pada 28 Oktober 2024,” tambahnya.
Hingga saat ini, sebanyak 50 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program SSW ini. Jepang sendiri memiliki kebutuhan besar akan tenaga kerja asing, dengan target lebih dari 800 ribu tenaga kerja hingga 2029.
“Saat ini, Vietnam masih menjadi negara yang mengirimkan tenaga kerja terbanyak ke Jepang, yakni lebih dari 50 persen. Sedangkan tenaga kerja dari Indonesia masih di bawah 20 ribu orang,” ungkap Yani.
Program ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia, khususnya warga Kota Bogor, untuk bekerja di Jepang.





