Wamendag Roro Esti Tegaskan Pentingnya Kemitraan Strategis ASEAN–Jepang untuk Pemberdayaan UMKM

Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri.

bogortraffic.com — Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan bahwa ASEAN-Japan Centre (AJC) adalah mitra strategis dalam memperkuat pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia secara inklusif.

Hal ini disampaikan Wamendag dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal AJC, Kunihiko Hirabayashi, di Tokyo, Jepang, pada Senin (9/6), di sela-sela misi dagang Indonesia ke Jepang yang berlangsung 9—13 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

“Pemberdayaan UKM sangat berkaitan dengan tiga program prioritas Kemendag: memperkuat pasar dalam negeri, memperluas pasar ekspor, dan menjalankan program UMKM BISA Ekspor,” ujar Wamendag Roro.

Ia menambahkan, UKM Indonesia harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar global, salah satunya melalui business pitching dan direct business matching dengan calon pembeli internasional.

Menurut Wamendag, Jepang merupakan mitra alami Indonesia, baik secara historis maupun ekonomi. Kolaborasi ASEAN dan Jepang selama lebih dari empat dekade melalui AJC dinilai sangat relevan, khususnya dalam memfasilitasi implementasi ASEAN–Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP).

“Indonesia mengapresiasi peran AJC dalam membantu pelaku UKM memanfaatkan peluang ekspor, terutama melalui kolaborasi promosi, fasilitasi investasi, dan intelijen pasar,” jelas Roro.

Wamendag berharap kemitraan ini semakin diperluas dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, dan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Sekjen AJC, Kunihiko Hirabayashi, menyatakan dukungannya terhadap program UMKM BISA Ekspor, khususnya bagi usaha yang digerakkan oleh perempuan. AJC akan membantu promosi produk, pemanfaatan FTA, serta edukasi menghadapi hambatan perdagangan global.

Masih dalam rangkaian kunjungan ke Jepang, Wamendag Roro juga bertemu dengan Deputi Direktur Sasakawa Peace Foundation (SPF), Shingo Naganawa, untuk membahas tantangan UKM yang dikelola oleh perempuan di Indonesia. Ia menyoroti rendahnya akses terhadap pembiayaan, pelatihan, teknologi, dan pasar digital, ditambah beban ganda sebagai ibu rumah tangga.

“Kami mendorong pelatihan keterampilan digital, kemitraan lintas sektor, dan pendampingan berkelanjutan yang relevan dengan kebutuhan lokal dan peluang industri,” terang Wamendag Roro.

Beberapa langkah strategis yang diajukan meliputi:

  • Pelatihan digital untuk meningkatkan daya saing perempuan pelaku usaha.
  • Kemitraan dengan swasta dan lembaga keuangan untuk memperkuat dukungan UKM.
  • Program peningkatan kapasitas seperti pelatihan ekspor, branding, pengemasan, pemasaran digital, serta pemenuhan standar internasional.

Wamendag juga menekankan pentingnya promosi produk lokal berbasis budaya dan tradisi sebagai keunggulan daya saing di pasar global.

“Untuk mencapai sistem perdagangan yang inklusif dan adil, semua pihak harus berkolaborasi—pemerintah, swasta, masyarakat sipil, dan mitra internasional,” pungkas Roro Esti.

SPF menyambut baik usulan kerja sama ini dan akan menindaklanjuti kolaborasi potensial dalam pemberdayaan UMKM perempuan, khususnya di sektor jasa kreatif dan ekonomi digital.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan