Antusiasme Terhadap Pasar Otomotif Masih Tinggi

Keramaian GIIAS Bandung 2024. (Foto: Dok. Ist)

bogortraffic.com, BANDUNG- Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Putu Juli Ardika menyebut kendati tren penjualan otomotif tumbuh positif namun masih harus terus didorong. Hal itu berkaitan dengan capaian industri alat angkut yang masih harus diperbaiki.

“Ini tantangan yang luar biasa, industri alat angkut mampu tumbuh, tapi tumbuhnya belum sesuai dengan harapan sekitar 2,5 persen sehingga bagaimana memperbaiki kinerjanya,” tandasnya saat pembukaan GIIAS Bandung, Rabu, 25 September 2024.

Bacaan Lainnya

Pihaknya optimis kondisinya segera membaik mengingat hingga triwulan kedua tahun ini, industri nasional mampu tumbuh positif sebesar 4,63 persen sedikit di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,05 persen

Pada Agustus lalu, nilai Indeks Kepercayaan Industri (IKI) juga tumbuh sebesar 52,4 poin yang terus menunjukkan periode ekspansi dan menunjukkan kepercayaan kuat dalam sektor industri sehingga bisa ikut menopang upaya perbaikan itu.

Untuk kendaraan bermotor, dia menyebut kontribusinya cukup positif. Sepanjang periode Januari hingga Agustus 2024, industri kendaraan roda dua mencatat penjualan domestik sebesar 4,3 juta unit sedangkan ekspor mencapai 348.000 unit.

Sedangkan untuk industri kendaraan roda 4, dilaporkan penjualan domestik mencapai sebesar 560.000 unit dan ekspor sebesar 296.000 unit CBU dan 30.000 unit CKD. “Jadi kalau kita lihat dari angka tersebut, 39 hampir 40 persen dari unit kendaraan yang kita produksi itu ditujukan untuk ekspor,” katanya.

Ditambahkan, dari dua gelaran GIIAS sebelumnya di Tangerang dan Surabaya juga menunjukan sinyal positif lainnya. Di kedua event itu, tercatat 34 ribu unit terjual dengan nilai transaksi Rp 18,8 triliun kemudian diikuti 3 ribu unit lainnya di daerah yang terjual senilai Rp 1,1 triliun.

“Pencapaian itu mencerminkan, antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap dunia otomotif yang terus berkembang dan ini bisa menjadi faktor yang mempercepat pertumbuhan industri alat angkut nasional,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan