bogortraffic.com, JAKARTA- Wali Atmamudin, seorang warga sekaligus pemilik rumah di Jalan SMP 147 Kompleks Nabila Indah, Cibubur, Jakarta Timur, menyampaikan protes keras kepada pihak kontraktor proyek sodetan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur. Protes ini dipicu oleh tindakan pekerja proyek yang diduga menggali pondasi rumah Wali tanpa pemberitahuan atau izin.
Wali mengaku tak menolak adanya proyek tersebut, namun kecewa karena tidak ada koordinasi atau pemberitahuan terlebih dahulu mengenai pengerjaan yang melewati area pondasi rumahnya.
“Dalam sosialisasi pengerjaan proyek saluran air Jalan Jambore Raya – SMPN 147, pihak kontraktor tidak pernah menjelaskan bahwa saluran air akan melewati bagian bawah samping rumah saya,” ujar Wali dalam keterangannya, Senin (28/10).
Ia juga mengungkapkan bahwa galian tersebut menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran akan potensi kerusakan yang dapat menyebabkan rumahnya ambruk.
Dalam foto yang diperoleh, terlihat galian berada tepat di bawah rumah dua lantai milik Wali, menjadikannya satu-satunya rumah terdampak proyek tersebut.
“Tidak ada satu pun pihak kontraktor yang datang untuk membicarakan rencana pengerjaan proyek ini, terutama saat mulai mengerjakan di depan rumah saya,” kata Wali.
Ia menilai kontraktor tidak memiliki itikad baik, etika, dan adab dalam berinteraksi dengan warga yang terdampak.
Protes dan Laporan ke Pihak Terkait Belum Mendapat Tanggapan
Masalah ini semakin memanas setelah pada 21 Oktober lalu terjadi longsor di lokasi proyek, menyebabkan tiga pekerja nyaris tertimbun tanah. Mengetahui kejadian itu, Wali langsung melaporkannya ke ketua RW dan lurah setempat. Pada 22 Oktober, pihak RW dan lurah mengadakan rapat dengan camat untuk menindaklanjuti kejadian tersebut dan menyarankan Wali mengirimkan surat keluhan ke Wali Kota Jakarta Timur.
“Waktu itu, saya sudah mengajukan surat protes kepada Wali Kota Jakarta Timur dan ditembuskan ke beberapa pihak terkait, termasuk Sudin SDA, PU, Camat Ciracas, dan Lurah Cibubur. Namun sampai saat ini, saya belum menerima tanggapan apa pun,” ujar Wali.
Wali berharap pihak terkait segera memberikan respons dan solusi yang jelas agar kerusakan tidak semakin parah dan keamanan keluarganya terjamin.





