62 Jamaah Haji Indonesia Masih Dirawat di RS Arab Saudi

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi saat memberikan salam perpisahan kepada jamaah haji embarkasi Kertajati kelompok terbang 30 (KJT-30) yang menjadi kloter terakhir yang dipulangkan ke Indonesia. (Foto: Dok. MCH 2024)

bogortraffic.com, BOGORKementerian Agama melaporkan bahwa sebanyak 62 peserta haji Indonesia masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) di Jeddah, Makkah, dan Madinah hingga fase operasional pemulangan jamaah haji selesai pada Senin.

“Sementara haji yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) ada 62 orang, baik di Jeddah, Makkah, maupun Madinah,” kata Anggota Media Center Kementerian Agama, Widi Dwinanda, di Jakarta, Senin.

Bacaan Lainnya

Widi menegaskan bahwa jamaah haji yang masih dirawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia hingga mereka dapat kembali ke Tanah Air. Jamaah yang masih dirawat akan terus dipantau kondisi kesehatannya oleh petugas haji yang masih berjaga. Apabila kondisi mereka mulai membaik dan dinyatakan dapat terbang, maka mereka akan dipulangkan ke Tanah Air.

“Semua jamaah haji yang masih dirawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia hingga jamaah dapat pulang ke Tanah Air,” kata Widi.

Operasional pemulangan jamaah ke Tanah Air telah berakhir pada Senin. Tercatat hingga 21 Juli 2024 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi atau 22 Juli 2024 pukul 01:00 WIB, jamaah haji dan petugas yang telah diterbangkan ke Tanah Air berjumlah 213.568 orang. Mereka tergabung dalam 548 kelompok terbang (kloter).

Jamaah kelompok terbang (kloter) 30 asal embarkasi Kertajati (KJT-30) menjadi kloter terakhir yang diterbangkan dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah menuju Bandara Kertajati di Jawa Barat.

“Hingga akhir operasional pemulangan berakhir, jamaah haji reguler wafat pada musim haji tahun ini berjumlah 461 orang,” tambah Widi.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memberikan perhatian dan pelayanan terbaik kepada jamaah haji, baik yang sudah kembali maupun yang masih memerlukan perawatan di Arab Saudi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan