bogortraffic.com, JAKARTA — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel menyatakan bahwa batasan usia dalam syarat pencarian kerja menjadi salah satu faktor yang menghambat banyak warga dalam mendapatkan pekerjaan.
Menurutnya, aturan itu justru membuat para pencari kerja, khususnya yang berusia 40 tahun ke atas, kehilangan harapan.
“Itu penting. Itu juga menjadi penghambat. Orang mau bekerja dihambat dengan syarat ketentuan umur,” kata Noel.
Ia mencontohkan banyak pencari kerja yang sudah memasuki usia 40 hingga 45 tahun harus menyerah karena tak lolos syarat umur yang ditetapkan oleh pemberi kerja.
“Kawan-kawan yang sudah umur 40-45, lantas karena umurnya tidak sesuai dengan syarat, akhirnya apa? Hopeless mencari pekerjaan, dan kita berharap ini dihapus,” tegasnya.
Noel mengatakan dirinya akan mencari dasar hukum atau “cantolan” untuk menghapus aturan pembatasan usia dalam proses rekrutmen kerja.
Namun, dia menegaskan bahwa langkah tersebut tetap akan mengacu pada ketentuan hukum dan tidak boleh bertentangan dengan Undang-Undang yang berlaku.
“Kita akan cari kenapa ada syarat itu. Ya cari Undang-Undang yang pasti melindungi warga negaranya lah, jangan bertabrakan dengan Undang-undang. (Karena) setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan,” katanya.
Tanggapi Banyak Sarjana Jadi Ojol dan ART
Lebih lanjut, Noel juga menyoroti fenomena banyaknya lulusan sarjana bahkan magister yang banting setir menjadi ojek online (ojol) hingga asisten rumah tangga (ART) karena tak terserap oleh pasar kerja sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka.
Ia menilai fenomena ini muncul karena minimnya lapangan kerja yang sesuai dan adanya ketentuan teknis yang tidak berpihak pada pencari kerja.
“Mereka melakukan hal itu pilihannya karena tidak ada lapangan pekerjaan. Lalu kedua, ada syarat-syarat tertentu yang akhirnya mereka tidak masuk. Misalnya, pekerjaan ini dibutuhkan hanya SMA, S1, mereka S2,” tutur Noel.
“Yang gaji mereka saya kasihan. Nanti ke depan itu, banyak lapangan pekerjaan sesuai spesifikasi dan pendidikan mereka. Jadi kita akan cari lapangan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang mereka inginkan,” tambahnya.
Noel memastikan pihaknya akan fokus menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dan adil ke depannya, termasuk membuka peluang kerja yang layak untuk semua usia dan latar belakang pendidikan.





