Truk Tabrak KA Taksaka, PT KAI Rugi Hampir Rp2 Miliar

KA Taksaka rusak berat usai tabrakan dengan truk molen di Sedayu, Bantul, DIY, pada Rabu (25/9/24) pagi. (Foto: Dok. Polres Bantul)

bogortraffic.com, YOGYAKARTAKecelakaan antara kereta api (KA) Taksaka dan truk molen terjadi di Dusun Gubug, Argosari, Sedayu, Bantul, pada Rabu (25/9/2024) pagi. Insiden ini mengakibatkan kerugian sekitar Rp1,9 miliar yang meliputi kerusakan sarana lokomotif, gerbong eksekutif, sistem persinyalan, dan bangunan pos jaga perlintasan.

“Total kerugian mencapai Rp1.981.868.044. Kerugian ini mencakup kerusakan lokomotif, kereta eksekutif, dan infrastruktur lainnya,” kata Bambang Respationo, EVP PT KAI Daop 6 Jogja, dalam pernyataan tertulis yang diterima Rabu (25/9/24) malam.

Bacaan Lainnya

Menurut Bambang, sopir truk molen yang terlibat kecelakaan ini diduga melanggar aturan dengan menerobos palang pintu perlintasan yang telah mulai tertutup dan sirine telah berbunyi. Tindakan ini melanggar UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Kecelakaan ini juga menyebabkan masinis dan asisten masinis terluka. Masinis mengalami luka di pelipis, sedangkan asisten masinis mengalami cedera di perut. Keduanya dilarikan ke rumah sakit di Gamping, Sleman.

PT KAI Daop 6 Jogja menegaskan akan menindak tegas pelaku pelanggaran di area perlintasan sebidang dan membawa kasus ini ke ranah hukum. Bambang menjelaskan, pada lokasi perlintasan tersebut sudah dilengkapi dengan berbagai alat pengaman termasuk palang pintu otomatis dan sinyal peringatan.

“Kami telah menempatkan petugas jaga dan alat otomatis yang dapat mendeteksi kereta dalam jarak 2 kilometer. Namun, sopir truk tetap menerobos palang pintu perlintasan,” jelasnya.

Truk molen yang terlibat kecelakaan juga menghantam pos jaga perlintasan hingga rusak berat. Kendaraan milik penjaga pos pun tertimpa reruntuhan.

Krisbiyantoro, Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogja, mengungkapkan bahwa KA Taksaka yang terlibat kecelakaan adalah seri terbaru New Generation 2024 dari INKA.

“Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kerusakan pada lokomotif, kereta eksekutif, dan pos jaga sangat signifikan,” ungkapnya.

Kecelakaan ini kembali menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap aturan di perlintasan sebidang, terutama untuk menghindari insiden yang merugikan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan