bogortraffic.com, BOGOR – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (10/3). Rapat tersebut membahas percepatan hilirisasi dan proyek-proyek yang berkontribusi besar terhadap penciptaan lapangan kerja.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menjelaskan bahwa dalam ratas ini, Presiden menekankan pentingnya memilih proyek hilirisasi yang memberikan efek berganda (multiplier effect) paling besar terhadap perekonomian nasional.
“Kami analisa semua, dan kami perintahkan proyek-proyek mana saja yang memberikan dampak positif, terutama dalam bidang penciptaan lapangan pekerjaan. Itu adalah salah satu parameter utama yang tadi kami lihat,” ujar Rosan dalam keterangan resmi melalui akun YouTube Sekretariat Presiden yang disaksikan di Jakarta.
Dalam rapat ini, kementerian terkait telah menginventarisasi sejumlah proyek hilirisasi yang mencakup sektor mineral, batubara, akuakultur, pertanian, hingga perkebunan.
Analisis dilakukan untuk menentukan proyek prioritas yang mampu memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Rosan menambahkan bahwa proyek-proyek ini juga dievaluasi berdasarkan kontribusinya dalam menekan impor, meningkatkan ekspor, dan memperkuat daya saing industri nasional.
Presiden Prabowo mengarahkan agar hilirisasi tidak hanya berhenti pada tahap awal, tetapi menjadi pintu masuk bagi industrialisasi yang lebih luas. Selain itu, proyek hilirisasi juga harus melibatkan para petani tambak, petani perkebunan, dan masyarakat sekitar, agar manfaat ekonominya lebih merata.
“Industrialisasinya itu juga kita bisa lihat mana yang kita prioritaskan, dan kalau bisa ini juga melibatkan para petani, baik petani dari sektor perkebunan itu sendiri, dan juga bagaimana itu bisa menciptakan peningkatan perekonomian di seluruh masyarakat,” kata Rosan.
21 Proyek Hilirisasi Prioritas
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa rapat ini juga menindaklanjuti keputusan Presiden mengenai implementasi 21 proyek hilirisasi prioritas.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut harus mengutamakan penyerapan tenaga kerja, mengombinasikan teknologi dengan padat karya, serta memprioritaskan industri substitusi impor untuk mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri.
“Presiden mengarahkan kepada kami agar implementasinya harus betul-betul profesional dan mempunyai nilai ekonomi yang tinggi,” kata Bahlil.
Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya pemerataan investasi hilirisasi di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini bertujuan agar pembangunan ekonomi tidak hanya terpusat di satu pulau saja, tetapi dapat tersebar merata di berbagai daerah, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap proses hilirisasi dapat memberikan dampak maksimal, tidak hanya bagi industri, tetapi juga bagi masyarakat dan tenaga kerja di berbagai sektor.





