bogortraffic.com, BANJARBARU – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan berhasil membongkar jaringan narkoba lintas provinsi yang dikendalikan oleh operator terafiliasi gembong narkoba internasional Fredy Pratama.
Empat tersangka ditangkap dalam operasi bertahap dengan total barang bukti mencengangkan: 8.711,83 gram sabu, 10.049 butir ekstasi, dan 24,14 gram serbuk ekstasi.
“Empat tersangka kami amankan di lokasi berbeda, seluruhnya dikendalikan oleh operator jaringan Fredy Pratama,” ujar Direktur Reserse Narkoba Polda Kalsel Kombes Pol Kelana Jaya, Selasa (29/4/2025).
Pengungkapan kasus dimulai pada 17 April 2025 dengan penangkapan tersangka SP di Jalan Ahmad Yani Km 17, Banjarbaru, yang kedapatan membawa 3.002,63 gram sabu.
Berikutnya, HM ditangkap di Jalan Sungai Pahalau, Kota Banjarmasin, pada 24 April dengan barang bukti 1.581,72 gram sabu.
Penangkapan ketiga menyasar tersangka MF di Jalan Trikora, Banjarbaru, pada 25 April. Ia terbukti membawa 3.918,20 gram sabu, 10.049 butir ekstasi, serta 24,14 gram serbuk ekstasi.
Sementara itu, tersangka MS diamankan pada hari yang sama di Jalan Martapura Lama, Kabupaten Banjar, dengan barang bukti 209,28 gram sabu.
Dari hasil penyelidikan, diketahui jaringan ini tidak hanya beroperasi di Kalimantan Selatan, namun juga menjangkau Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, serta beberapa wilayah di Sulawesi seperti Makassar, Palu, dan Kendari.
“Ini adalah jaringan besar yang telah kami pantau lama. Para tersangka adalah kurir dan pengedar yang dikendalikan oleh seorang operator berafiliasi langsung dengan Fredy Pratama,” jelas Kombes Kelana.
Keempat tersangka kini telah ditahan dan dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal enam tahun dan maksimal 20 tahun penjara serta denda hingga Rp13 miliar.
Tak hanya berhenti pada pidana narkotika, penyidik juga sedang menelusuri aliran dana serta aset milik para tersangka guna menjerat mereka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
“Kami ingin memiskinkan jaringan ini hingga ke akar. Penindakan narkoba harus dibarengi dengan penelusuran aset agar efek jera lebih maksimal,” tegas Diresnarkoba.





