Perjalanan PLTS IKN Alirkan Listrik Hijau untuk Upacara HUT RI ke-79

Ribuan panel surya PLTS IKN siap untuk memproduksi listrik bersih yang dibutuhkan untuk menerangi Upacara HUT Ke-79 Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN). (Foto: PLN NR)

bogortraffic.com, BOGOR – Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Upacara HUT Ke-79 Republik Indonesia tahun ini akan dilangsungkan di dua tempat, yaitu Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Istana Negara. Upacara di IKN akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo dan sepenuhnya menggunakan listrik dari energi hijau yang diproduksi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN.

IKN sedang dipersiapkan menjadi Kota Hutan yang Cerdas (smart forest city), di mana hanya 25% dari area yang dibangun, sementara 75% sisanya akan menjadi area hijau. Kota ini akan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan melestarikan lingkungan.

Bacaan Lainnya

PLTS IKN merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memanfaatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mencapai misi IKN sebagai kota minim emisi karbon. Pada 2 November 2023, Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangkit ini, menunjukkan keseriusan pemerintah dan PLN Group dalam menyediakan sistem kelistrikan hijau yang andal.

Tahap pertama pembangunan PLTS IKN dengan kapasitas 10 MW berhasil diselesaikan oleh sinergi empat anak perusahaan PLN Nusantara Power (PLN NP) yang berperan sesuai bidang usahanya. PLN Nusantara Renewables bertindak sebagai pemilik proyek, PLN Suku Cadang menjaga stabilitas rantai pasok, PLN NP Construction memimpin pembangunan gardu induk dan jaringan transmisi, serta PLN NP Services mengelola instalasi PLTS sesuai standar.

Sinergi ini memungkinkan PLTS IKN mencapai milestone penting dalam waktu singkat. Hanya dalam beberapa bulan sejak groundbreaking, PLTS IKN tahap pertama berhasil terhubung dengan jaringan 20 kV di Kalimantan Timur pada 27 Februari 2024 dan mulai beroperasi secara komersial pada 3 Juni 2024.

Direktur Utama PLN Nusantara Renewables, Harjono, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas sinergi yang solid antar anak perusahaan PLN NP. “PLTS IKN merupakan proyek monumental dan ambisius dalam pengembangan energi hijau. Dengan sinergi yang kuat, kami berharap tantangan transisi energi dapat diatasi dan Indonesia bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam pemanfaatan energi terbarukan,” ujar Harjono.

Saat ini, pembangunan PLTS IKN memasuki fase kedua dengan kapasitas 40 MW yang dijalankan oleh PT Nusantara Sembcorp Solar Energi (NSSE)—Joint Venture Company milik PLN Nusantara Renewables dan SembCorp Utilities Pte. Ltd. Kerjasama dengan mitra internasional ini diharapkan mendorong transfer ilmu dan teknologi untuk meningkatkan kapasitas Indonesia dalam bidang EBT, khususnya di wilayah Indonesia Tengah. Diharapkan, PLTS IKN tahap kedua akan mulai beroperasi secara komersial pada kuartal keempat tahun 2024.

Dengan kinerja yang solid dan pencapaian yang memuaskan, PLN Nusantara Renewables optimis menghadapi tantangan dan peluang di masa depan, serta terus berkomitmen dalam pengembangan energi terbarukan demi mencapai tujuan keberlanjutan dan ramah lingkungan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan