bogortraffic.com, BOGOR- Kota Bogor saat ini mengalami ketidakseimbangan antara jumlah perusahaan dan pencari kerja, yang menyebabkan tingkat pengangguran di kota ini tetap tinggi. Ida Mardiani, pengurus Bursa Kerja Khusus (BKK) Kota Bogor, mengungkapkan bahwa Kota Bogor menempati peringkat ketiga dengan tingkat pengangguran tertinggi di Jawa Barat.
“Penyerapan tenaga kerja, khususnya lulusan baru, harus ditingkatkan. Pengangguran ini bukan hanya dari fresh graduate saja, tetapi juga lulusan dari tahun-tahun sebelumnya dan pencari kerja dari berbagai usia,” ujarnya seperti dikutip oleh Radar Bogor, Kamis (18/7/2024).
Menurut Ida, saat ini angkatan kerja di Kota Bogor mencapai sekitar 6.000 orang, sementara jumlah perusahaan yang ada hanya berjumlah ratusan. Hal ini terlihat jelas dari antusiasme pada bursa kerja (job fair) yang digelar di Mall BTM, di mana jumlah pendaftar mencapai 4.000 orang.
Untuk mengatasi masalah ini, BKK dan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor sedang merencanakan program untuk mencarikan peluang kerja di luar negeri. “BKK Kota Bogor mencoba mencarikan peluang bekerja bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri,” ungkapnya.
Ida menjelaskan bahwa beberapa sekolah telah menjalin kerja sama dengan beberapa negara seperti Jerman dan Prancis, untuk menyiapkan para lulusan yang berminat bekerja di negara tersebut. “Kerjasama ini atau lowongan kerja kita ini bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga untuk luar negeri,” terangnya.
Kepala SMK PGRI 3 Kota Bogor, Ujang Abdurrahim, mendukung rencana Disnaker dan BKK untuk mengirimkan pekerja ke luar negeri. Ia menginformasikan bahwa program ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan para pencari kerja akan dilatih bahasa negara yang dituju terlebih dahulu.
“Program ini akan dilakukan dalam waktu dekat, dan akan didata berapa pencari kerja yang siap bekerja di luar negeri. Tentu mereka akan dilatih bahasa negara tujuan terlebih dahulu,” kata Ujang.
Menurut Ujang, program ini lebih baik karena ditangani langsung oleh pemerintah kota, sehingga masyarakat lebih percaya untuk melepas anaknya bekerja di luar negeri. “Jika payungnya diselenggarakan pemerintah Kota Bogor, maka lebih legal dan orang tua juga mungkin akan lebih percaya daripada diselenggarakan oleh sekolah,” jelasnya.
Dengan inisiatif ini, diharapkan masalah pengangguran di Kota Bogor dapat teratasi, serta memberikan peluang bagi para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang layak baik di dalam maupun di luar negeri.





