bogortraffic.com, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkomitmen merealisasikan program Gerobak Sae Pisan (Gerakan Bogor Bebas Kumuh Strategi Akselerasi Pemukiman Indah Sehat Aman Nyaman) di setiap kecamatan. Program ini diinisiasi sebagai upaya menyeluruh untuk mengatasi kawasan kumuh melalui kolaborasi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperumkim) bersama sejumlah stakeholder.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah, menjelaskan bahwa target pemerintah adalah merealisasikan empat program Gerobak Sae Pisan pada 2025. Program ini pertama kali diterapkan di Kampung Mantarena Lebak, Kecamatan Bogor Tengah, dengan pendekatan inovatif, termasuk “warung kerek” yang menggunakan tali katrol sebagai cara unik untuk memberdayakan ekonomi masyarakat.
“Kalau bisa setiap kecamatan ada Gerobak Sae Pisan. Tapi, tentunya tergantung kemampuan APBD. Tahun depan ditargetkan ada tiga sampai empat lokasi baru,” ujar Syarifah, Kamis (31/10/2024). Menurutnya, program ini bukan sekadar pembenahan fisik, tetapi juga menyasar peningkatan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Syarifah menjelaskan bahwa program ini dapat berfungsi lebih jauh daripada sekadar perbaikan fisik kawasan kumuh. Dengan memaksimalkan potensi UMKM dan mempromosikan kawasan tersebut sebagai destinasi wisata, warga dapat terlibat aktif dalam menjaga kebersihan, kesehatan, serta meningkatkan produktivitas daerahnya.
“Selain membenahi kampungnya, kita juga melihat peluang ekonomi. Jika kawasan kumuh ini menjadi destinasi wisata, UMKM bisa hidup, dan ini bisa berkelanjutan,” tambah Syarifah.
Program Gerobak Sae Pisan diharapkan mempercepat penanganan 103 titik kawasan kumuh di Kota Bogor. Dengan optimalisasi APBD dan dukungan pihak-pihak terkait, Pemkot Bogor menargetkan seluruh kawasan kumuh bisa ditata dalam waktu lima hingga 10 tahun.





