bogortraffic.com, JAKARTA- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah investor saham tembus lebih dari 6 juta single investor identification (SID). Capaian itu tak terlepas dari pertumbuhan lebih dari 744 ribu investor baru saham di sepanjang 2024.
“Lebih tepatnya 6.001.573 SID berdasarkan data per akhir September lalu,” tandas Direktur Utama BEI Iman Rachma dalam keterangannya, Rabu, 1 Oktober 2024.
Dijelaskan, dari jumlah tersebut, kepemilikan investor individu masih dominan dengan persentase 53,3 persen dengan rincian 38,3 persen kepemilikan investor institusi dalam negeri dan 15 persen investor individu berbanding dengan 46,6 persen kepemilikan investor institusi.
Menurut Iman, kondisi pertumbuhan investor saham itu mengindikasikan keyakinan investasi di pasar modal Indonesia yang masih cukup terjaga kendati dihadapkan kepada situasi ekonomi global dan domestik yang dipenuhi dengan ketidakpastian.
Peningkatan jumlah investor tersebut tak lepas dari kontribusi dan kolaborasi dalam melakukan sosialisasi investasi di pasar modal yang dilakukan oleh Self-Regulatory Organization (SRO) didukung Otoritas Jasa Keuangan (OJK), anggota bursa, perusahaan tercatat, dan komunitas pasar modal.
Dari Januari hingga Agustus 2024, katanya, BEI telah melaksanakan lebih dari 17.083 kegiatan edukasi pasar modal yang menjangkau lebih dari 19,1 juta peserta di seluruh Indonesia. Hingga Agustus 2024, investor lokal masih mendominasi kepemilikan saham di BEI dengan persentase 51,5 persen berbanding 48,5 persen porsi kepemilikan investor asing.
Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik menambahkan bahwa salah satu pilar utama dalam tren tersebut adalah pemberian edukasi dan sosialisasi bagi masyarakat luas, salah satunya melalui Sekolah Pasar Modal (SPM), pendirian Galeri Investasi (GI) BEI, dan kampanye #AkuInvestorSaham.
Selain itu, BEI juga memperluas akses ke dunia
investasi melalui pendirian GI BEI yang telah bekerja sama dengan berbagai universitas dan Anggota Bursa di seluruh Indonesia. GI BEI dinilai sebagai kunci mendekatkan dunia pasar modal dengan para akademisi, generasi muda, serta komunitas.
“Regenerasi investor di pasar modal
kita menunjukkan angka yang sangat baik yang tercatat sekitar 79 persen adalah investor berusia di bawah 40 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa anak muda semakin melek keuangan dan investasi, dan diharapkan menjadi fondasi yang kuat bagi masa depan pasar modal dan perekonomian Indonesia,” tutur Jeffrey Hendrik.





