bogortraffic.com, DEPOK – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, menghadiri rapat koordinasi di Balai Kota Depok guna membahas dugaan eksploitasi terhadap mantan pekerja Oriental Circus Indonesia (OCI) yang pernah tampil di Taman Safari Indonesia. Rapat ini menjadi forum penting dalam menyikapi isu yang menyita perhatian publik.
Dalam kesempatan tersebut, Jaro Ade menyampaikan keprihatinannya atas persoalan yang menyeret nama salah satu ikon wisata andalan Kabupaten Bogor tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor menghormati proses hukum yang tengah berlangsung dan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.
“Kami memahami bahwa persoalan ini merupakan persoalan pribadi yang sudah terjadi cukup lama. Kami pun tidak mengetahui secara utuh duduk perkaranya, sehingga kami menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” ujar Jaro Ade.
Ia menambahkan bahwa kasus ini harus menjadi pembelajaran penting, tak hanya bagi Taman Safari Indonesia, tetapi juga seluruh pengelola tempat wisata di Kabupaten Bogor agar dapat memperbaiki tata kelola dan meningkatkan perlindungan terhadap tenaga kerja.
“Kami mendorong semua pihak untuk menjadikan ini sebagai refleksi, agar pengelolaan wisata semakin baik ke depannya,” tambahnya.
Wakil Bupati Bogor juga menyampaikan apresiasinya terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memberikan perhatian serius terhadap isu ini serta terhadap upaya peningkatan aksesibilitas kawasan wisata Puncak, termasuk pengaturan lalu lintas di hari libur.
Dalam rapat tersebut, Jaro Ade menegaskan dukungan Pemkab Bogor terhadap proses mediasi dan pendekatan kekeluargaan sebagai alternatif penyelesaian masalah.
“Kami percaya, jika Pak Gubernur hadir untuk memfasilitasi, tentu mempertimbangkan semua aspek, terutama sisi kemanusiaan. Kami sangat mengapresiasi perhatian beliau,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti pentingnya pendekatan psikososial dalam menyikapi kasus ini. Ia menyebutkan bahwa meski kasus hukum telah dihentikan (SP3), upaya penyelesaian secara kekeluargaan tetap perlu dilakukan.
“Kami berencana mempertemukan pihak keluarga Taman Safari Indonesia dengan para mantan pekerja OCI yang merasa kehilangan identitas dan mengalami tekanan psikologis,” jelas Dedi.
Dedi berharap pendekatan yang lebih personal dapat menciptakan solusi yang adil dan berkelanjutan.
“Insya Allah nanti ada solusi yang sifatnya personal. Kalau hanya mengandalkan aspek normatif, gugatan menggugat ini tidak akan selesai,” pungkasnya.
Taman Safari Indonesia, yang dikenal sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Bogor hingga mancanegara, diharapkan mampu terus memperbaiki sistem tata kelola dan membedakan dengan tegas antara persoalan pribadi dan operasional kelembagaan.





