Workshop SPSE Versi 4.5, Pj Sekda Bogor Ingin Tingkatkan Transparansi Pengadaan

Pj. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra menghadiri workshop Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Versi 4.5 di Lorin Hotel Sentul pada Rabu (18/9/2024). (Foto: Dok. Pemkab Bogor)

bogortraffic.com, KABUPATEN BOGOR- Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, secara resmi membuka workshop Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Versi 4.5 di Lorin Hotel Sentul pada Rabu (18/9/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan proses pengadaan barang dan jasa serta meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Suryanto Putra menegaskan bahwa SPSE Versi 4.5 merupakan alat penting dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. Sistem ini diharapkan dapat mempersempit celah praktik tidak transparan serta memfasilitasi proses yang lebih efisien dan akuntabel.

Bacaan Lainnya

“SPSE 4.5 adalah sistem canggih yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pengadaan barang dan jasa. Meskipun sistem ini dilengkapi dengan berbagai fitur modern, keberhasilannya sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mengelola sistem ini,” ujar Suryanto Putra.

Pj. Sekda juga berharap workshop ini dapat memberikan pembaruan informasi bagi tim Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan pejabat pengadaan, serta memaksimalkan potensi SPSE 4.5 dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bogor.

Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Bogor, Asman Dila, menambahkan bahwa aplikasi SPSE adalah platform andalan bagi pelaku pengadaan.

Ia menekankan pentingnya edukasi dan peningkatan keterampilan bagi pejabat pengadaan dan pejabat pembuat komitmen untuk memanfaatkan aplikasi ini secara optimal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi dan meningkatkan keterampilan para pejabat pengadaan dan pembuat komitmen agar dapat melaksanakan pengadaan barang dan jasa dengan lebih cepat, baik melalui tender, pengadaan langsung, atau penunjukan langsung,” kata Asman Dila.

Workshop ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pengelola pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Bogor, serta memastikan bahwa proses pengadaan berjalan sesuai dengan prinsip transparansi dan efisiensi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan