Wamenkeu: Pengambilan Kebijakan Berbasis Data Kunci Percepatan Transformasi Ekonomi

Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono

bogortraffic.com, BOGOR- Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam sambutnya menegaskan pentingnya kebijakan berbasis data dalam mempercepat transformasi ekonomi global.

Dalam sambutannya, ia menyoroti sejumlah tantangan dan peluang yang membentuk arah perekonomian Indonesia di tengah dinamika ekonomi dunia yang terus berubah.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, ekonomi global saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari meningkatnya ketegangan perdagangan, fragmentasi investasi, hingga dampak perubahan iklim yang mengganggu rantai pasok dan stabilitas produksi.

Selain itu, kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) telah mengubah pasar tenaga kerja, meningkatkan efisiensi, tetapi juga menuntut penyesuaian keterampilan pekerja.

Meski demikian, Indonesia tetap menunjukkan ketahanan ekonomi dengan pertumbuhan yang stabil.

“Di tengah tantangan global ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat, dengan proyeksi sebesar 5,3% pada 2025. Stabilitas ini didukung oleh permintaan domestik yang tangguh serta investasi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti peran kelas menengah yang semakin penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional. Berdasarkan proyeksi, jumlah kelas menengah Indonesia akan meningkat dari 17% pada 2023 menjadi 72% di tahun 2045, yang menjadi faktor kunci dalam mendorong konsumsi dan investasi jangka panjang.

Pemerintah pun telah memperkenalkan berbagai insentif ekonomi sejak 2024 untuk menjaga momentum pertumbuhan. Dengan kebijakan yang tepat, Indonesia berpotensi mencapai pertumbuhan ekonomi 6-8% per tahun guna mencapai status negara berpenghasilan tinggi pada 2045.

Thomas Djiwandono juga menjelaskan Untuk terus menjaga momentum konsumsi dan investasi, pemerintah juga telah memperkenalkan berbagai insensi pada tahun 2024.

“Bapak-Ibu secara visi Indonesia pas 2045 memerlukan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkembang di kisaran 6-8% setahun agar Indonesia dapat mencapai status negara berkehasilan tinggi.” ucapnya

Pada tahun 2045, PDD berkapital diproyeksikan mencapai Rp30.310 sebuah kekuatan signifikan dari Rp4.870 juta dolar pada tahun 2023. Seiring dengan ekspansi ekonomi, pertumbuhan populasi juga akan terus berlanjut dengan jumlah penduduk diperkirakan mencapai Rp374 juta dolar pada tahun 2045.

Wakil menteri keuangan menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa keberlanjutan kebijakan yang berbasis data dan analisis mendalam menjadi kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global serta mendorong inklusivitas pertumbuhan ekonomi nasional.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan