bogortraffic.com, BANDUNG- Pemprov Jabar menargetkan raupan investasi hingga Rp 117 triliun melalui event West Java Investment Summit (WJIS), (Kamis, 19/09/2024). Sejumlah proyek dengan tujuh tema besar ditawarkan.
Tema-tema investasi dengan banyak proyek itu di antaranya suplai air bersih, energi hijau, connectivity, new investment area, downstream, hingga sirkular ekonomi dan teknologi digital.
Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin optimis event itu bisa mendatangkan banyak penanaman modal atas sejumlah proyek tersebut sehingga target bisa terealisasi.
Terlebih trennya positif merujuk pada ketertarikan para investor yang diperlihatkan. “Minatnya cukup sangat baik dan saya melihat bahwa mereka tertarik dan beberapa sudah yakin,” tandasnya usai pembukaan WJIS.
Di antaranya investor asal Vietnam di sektor electric vehicle. Penggunaan teknologi untuk produktivitas padi di Sukabumi yang nilainya mencapai Rp 1,5 triliun.
Hingga pengembangan Kertajati Aerocity mengingat lahan seluas 1.600 hektare sudah dibebaskan. Di luar itu, ketertarikan dari investor Jepang Korea Selatan, Tiongkok, Singapura, UAE, Australia, Belanda, Tanzania, Polandia dan Angola.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat, Muhammad Nur menyatakan bahwa dengan banyaknya proyek investasi yang ditawarkan jelas menggembirakan.
Hal tersebut tak terlepas dari kolaborasi yang dilakukan. Untuk itu, pihaknya mendorong Pemda guna melakukan penajaman terhadap proyek-proyek yang ditawarkan.
“Sehingga nanti investor datang, akan lebih banyak lagi yang bisa merealisasikan investasi yang sudah kita tawarkan, jadi ini adalah kolaborasi yang sangat baik dan dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi Jawa Barat,” katanya.
Senada, Plh Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal, Saribua Siahaan mengingatkan bahwa proyek yang ditawarkan sebaiknya memang sudah siap.
“Cara meyakinkan investor itu lewat investment itu artinya ketika dia tertarik dalam satu project dia sudah tahu berapa sebenarnya, dia berapa dan berapa lama, dia akan bisa baca karena ini merupakan satu kepastian buat investor tentunya sebelum memutuskan saya akan investasi di sektor ini,” tandasnya.





