bogortraffic.com – Holding Perkebunan PTPN III (Persero) secara resmi meluncurkan Eco Cycle, sebuah aplikasi digital berbasis prinsip circular economy yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah di industri perkebunan. Inovasi ini diluncurkan akhir pekan lalu di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Pagar Merbau, Regional II Sumatera Utara.
Aplikasi Eco Cycle dikembangkan sebagai alat bantu manajemen limbah organik yang efisien, sekaligus membuka peluang komersialisasi residu kebun dan pabrik di sektor kelapa sawit, karet, dan tebu. Tak hanya itu, Eco Cycle juga memungkinkan pemantauan data secara real-time, sehingga menciptakan tata kelola limbah yang lebih akuntabel dan terintegrasi.
Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, yang hadir langsung dalam peluncuran, menyampaikan bahwa Eco Cycle merupakan bagian dari strategi transformasi industri perkebunan nasional.
“Eco Cycle akan menjadi soko guru pengelolaan limbah berbasis data. Inisiatif ini menjadi bentuk nyata tanggung jawab lingkungan dari PTPN,“ ungkap Denaldy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (08/07).
Dalam kesempatan yang sama, Ugun Untaryo mewakili Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa penerapan Eco Cycle di lingkungan PalmCo menjadi lompatan besar dalam digitalisasi pengelolaan limbah.
“Dengan Eco Cycle, kami bisa memantau titik-titik penghasil limbah dan langsung menganalisis potensi pemanfaatannya. Ini membuka ruang besar untuk pengembangan energi alternatif, efisiensi biaya, dan potensi komersialisasi limbah,” terang Ugun.
Ia menambahkan bahwa aplikasi ini memperkuat posisi PalmCo dalam aspek ESG (Environmental, Social, Governance) dan mendukung pencapaian Proper Emas serta sertifikasi pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Eco Cycle juga dinilai sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi PTPN Group dalam merespons tantangan industri global.
Menurut Ugun, pemilihan PKS Pagar Merbau sebagai lokasi peluncuran aplikasi sangat tepat karena unit ini memiliki potensi besar dan semangat tinggi dalam menyambut transformasi digital.
“Kebun Pagar Merbau kami pandang ideal. Seluruh jajaran di sini telah bersiap dan menyambut inisiatif ini dengan antusias,” ujarnya.
Peluncuran Eco Cycle juga menandai kolaborasi lintas entitas di bawah Holding Perkebunan Nusantara, dengan rencana implementasi aplikasi ini di lingkungan:
-
PalmCo (PTPN IV) untuk kelapa sawit
-
PTPN I SupportingCo untuk karet dan komoditas lainnya
-
PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk tebu
Sebelumnya, PTPN IV PalmCo mencatat sejumlah prestasi dalam pengelolaan lingkungan, termasuk meraih Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dari KLHK, dan menjadi perusahaan BUMN pertama di sektor perkebunan yang siap masuk perdagangan karbon domestik melalui pemanfaatan limbah sawit sebagai energi alternatif.
Dengan kehadiran Eco Cycle, PTPN Group semakin menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda nasional menuju ekonomi hijau dan Net Zero Emission 2060. Aplikasi ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi, efisiensi, dan tanggung jawab lingkungan bisa berjalan selaras dalam industri perkebunan modern.





