bogortraffic.com, BOGOR- Calon Wali Kota Bogor, Atang Trisnanto, mengungkapkan berbagai program kerja di bidang pendidikan dalam pertemuan dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bogor. Dalam pemaparan tersebut, Atang menegaskan tekadnya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan pendidikan di Kota Bogor, termasuk menambah jumlah sekolah negeri dan meningkatkan kesejahteraan guru.
Atang Trisnanto menyebutkan pentingnya koordinasi yang baik antara pemerintah dan PGRI dalam menangani isu-isu pendidikan.
“Peran PGRI sangat krusial sebagai mitra pemerintah dalam menyelesaikan masalah pendidikan. Saya percaya kepala daerah seharusnya secara rutin berkonsultasi dengan PGRI dan pemangku kebijakan di bidang pendidikan,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seorang kepala daerah harus secara berkala berdiskusi dengan para pemangku kepentingan mengenai isu pendidikan, termasuk tentang kesejahteraan guru dan pengelolaan sekolah.
“Kita perlu melakukan diskusi informal mengenai pendidikan, generasi masa depan, dan kesejahteraan guru. Kami akan mencari regulasi atau payung hukum yang diperlukan untuk menciptakan solusi bersama,” ujar Atang.
Atang juga menekankan komitmennya untuk menyelesaikan masalah pendidikan tanpa menciptakan kontroversi. Ia yakin bahwa setiap masalah pasti memiliki solusi dan harus diselesaikan melalui musyawarah.
“Penambahan sekolah baru akan membantu mengurangi beban kerja guru, terutama dengan banyaknya guru ASN yang pensiun. Kami siap berdialog dan mencari solusi terbaik bersama demi manfaat semua kalangan,” tambahnya.
Selain itu, Atang Trisnanto berencana melibatkan sekolah swasta dalam upaya peningkatan pendidikan di Kota Bogor. Program tersebut mencakup bantuan biaya masuk sekolah swasta dan insentif bagi guru swasta.
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Atang Trisnanto dan Annida Allivia juga memiliki 12 program unggulan, salah satunya adalah penambahan enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri baru untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di kota tersebut.





