bogortraffic.com, KOTA BOGOR — Masalah pendidikan di Kota Bogor kembali menjadi sorotan dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) 2024. Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota nomor urut 2, Atang Trisnanto dan Annida Allivia, mengungkapkan kekhawatirannya terkait minimnya jumlah sekolah di Kota Bogor, yang menurut mereka menjadi salah satu penghambat peningkatan mutu pendidikan di wilayah tersebut.
Atang Trisnanto menyebutkan, jumlah Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bogor masih sangat terbatas. Ia mencatat, saat ini hanya terdapat 281 SD dan 72 SMP di Kota Bogor, sementara jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hanya mencapai 59 sekolah. Jumlah yang minim ini, menurutnya, berdampak langsung pada ketidakmampuan SMA di Kota Bogor untuk menampung lulusan SMP setiap tahunnya.
“Kita tahu bahwa jumlah SD di Kota Bogor ini hanya ada 281, SMP hanya 72, artinya berkurang, dan jumlah SMK serta SMA ini juga hanya 59. Ini tentu tidak cukup untuk menampung lulusan SMP yang terus meningkat,” ungkap Atang dalam debat kandidat Cawalkot yang diselenggarakan Radar Bogor.
Untuk mengatasi persoalan ini, Atang dan Annida berkomitmen akan melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna meminta tambahan SMA di Kota Bogor. Selain itu, pasangan ini juga berencana membangun konsep sekolah terpadu jika lahan yang tersedia tidak mencukupi untuk pembangunan sekolah baru.
“Jika lahannya terbatas, kita bisa mendirikan sekolah terpadu yang lebih efisien,” ujar Atang.
Tidak hanya fokus pada pembangunan SMA, pasangan Atang Trisnanto dan Annida Allivia juga berjanji akan membangun enam SMP Negeri baru di Kota Bogor jika terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam Pilwalkot 2024.
Selain menambah jumlah sekolah, Atang dan Annida juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan guru, termasuk guru-guru yang mengajar di Pondok Pesantren. Menurut mereka, guru adalah elemen vital dalam mencetak generasi penerus bangsa.
“Guru adalah orang yang paling berjasa dalam membimbing anak-anak kita. Saya bisa berdiri di sini juga karena bimbingan para guru semasa saya sekolah,” pungkas Atang.
Pasangan ini berjanji akan terus memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di Kota Bogor, tidak hanya dari sisi infrastruktur sekolah, tetapi juga kesejahteraan tenaga pengajar demi pendidikan yang lebih baik bagi generasi mendatang.





