“Di rumah sudah seperti peternakan kucing, waktu itu sempat ketika lagi banyak banget kucing di rumah ada 14,” kata Raisa. Sejak kecil, ia sudah hidup berdampingan dengan kucing-kucing tercinta di rumahnya, berkat ibu dan kakaknya yang juga penggemar kucing.
Salah satu anabul kesayangannya bernama Marble, kucing jenis bulu pendek (short hair) Bengal yang kini telah berusia tujuh tahun, usia senior bagi kucing. Raisa menceritakan betapa manja kucingnya itu.
“Apalagi kucing aku si Marble, dia itu benar-benar semanja itu, kalau aku panggil, dalam hitungan lima detik dia pasti langsung datang,” kata Raisa.
Memilih untuk memelihara kucing berbulu pendek bukan tanpa alasan bagi wanita blasteran Belanda-Sunda ini. Raisa mengungkapkan bahwa ia sangat sensitif dan alergi terhadap bulu hewan.
“Salah satu alasan aku mengadopsi si Marble itu karena dia short hair, aku cukup mudah alergi sebenarnya. Jadi, kalau misalkan yang long hair, biasanya aku suka bersin-bersin, mata bengkak, tapi hatinya happy, ya sudah lah terima saja, ini memang nasibku,” katanya sambil tertawa kecil.
Bagi pelantun “Kali Kedua” ini, anabul bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga sahabat yang selalu memberikan kebahagiaan dan kenyamanan. Raisa selalu merawat kucingnya dengan penuh kasih sayang dan sering khawatir saat kucingnya jatuh sakit.
“Biasanya kalau kucingku lemas, enggak mau makan, atau sampai diare, aku sudah paling takut, pasti harus buru-buru ke dokter, jadi baru kelihatan langsung bisa cepat sembuh, enggak dibiarkan berlarut-larut, kan kasihan karena dia enggak bisa ngomong untuk cerita sakitnya,” imbuh Brand Ambassador Whiskas itu.
Dengan kisahnya yang menyentuh hati, Raisa menunjukkan bahwa anabul bukan hanya sekadar hewan peliharaan, melainkan sahabat sejati yang selalu ada di setiap momen kehidupannya.