Rena Da Frina Absen saat Debat Pertama Paslon Pemimpin Kota Bogor, Ini Alasannya

Debat Calon Wali Kota Bogor 2024 pada Sabtu (05/10/2024). (Foto: UIKA TV)

bogortraffic.com, KOTA BOGOR- Calon Wali Kota Bogor, Rena Da Frina, mengejutkan publik dengan ketidakhadirannya dalam Debat Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang digelar di Aula Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, Sabtu (5/10). Dalam acara yang diselenggarakan oleh Radar Bogor tersebut, pasangan Rena, Teddy Risandi, harus menghadapi perdebatan sengit melawan empat pasangan lainnya tanpa kehadiran pendampingnya.

Tim pemenangan Rena Da Frina – Teddy Risandi menjelaskan bahwa ketidakhadiran Rena tidak terkait dengan alasan khusus, dan menekankan bahwa undangan dari penyelenggara bersifat independen dan tidak wajib dihadiri.

Bacaan Lainnya

“Ketidakhadiran Bu Rena adalah bagian dari strategi kami. Undangan yang diselenggarakan Radar Bogor ini memang tidak wajib, dan kami memutuskan untuk tidak hadir,” ungkap Dewan Pakar tim pemenangan, Sendhy Pratama.

Meski tampak mengejutkan, Sendhy menambahkan bahwa absennya Rena Da Frina dalam debat ini adalah bagian dari strategi kampanye pihaknya menjelang Pilkada 2024. Ia menekankan bahwa keputusan tersebut memberikan kesempatan lebih bagi Teddy Risandi untuk lebih dikenal masyarakat, khususnya dalam forum besar seperti debat.

“Kami ingin memberikan ruang lebih bagi Kang Teddy, yang selama ini mendapat masukan dari publik mengenai minimnya kesempatan dirinya tampil dalam forum-forum besar,” lanjut Sendhy.

Selain itu, Ketua DPC Hanura Kota Bogor itu mengisyaratkan bahwa timnya sedang mempersiapkan kejutan untuk debat-debat mendatang, khususnya yang akan diselenggarakan oleh KPUD Kota Bogor. Strategi ini, katanya, adalah bagian dari langkah internal untuk memperkuat posisi pasangan Rena Da Frina – Teddy Risandi di tengah masyarakat menjelang Pilkada.

Dengan absennya Rena dalam debat kali ini, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana pasangan ini akan menjalani tahap-tahap kampanye selanjutnya, serta bagaimana mereka mengoptimalkan strategi-strategi politik di waktu mendatang.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan