bogortraffic.com, BOGOR – Musibah bencana alam berupa tanah longsor dan banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak.
Selain menyebabkan kerugian materi dan kerusakan infrastruktur, peristiwa ini juga menelan satu korban jiwa dan meninggalkan trauma psikologis bagi para korban, khususnya anak-anak.
Sebagai bentuk kepedulian dan upaya memulihkan kondisi mental warga, Polwan Polres Bogor diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk melakukan pendampingan trauma healing.
Langkah ini merupakan instruksi langsung dari Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, SH, SIK, MH, yang menegaskan pentingnya perhatian terhadap pemulihan psikologis korban bencana.
“Kami ingin membantu warga tidak hanya dalam evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga memastikan kondisi mental mereka, terutama anak-anak, dapat pulih setelah mengalami musibah ini. Trauma healing menjadi salah satu langkah penting agar warga bisa kembali bangkit,” ujar Kapolres Bogor, Senin (3/3/2025).
Polwan Polres Bogor memberikan pendampingan di lokasi pengungsian dengan menghibur anak-anak melalui permainan, cerita, dan kegiatan edukasi sederhana.
Tak hanya itu, mereka juga memberikan dukungan moril kepada para orang tua, mengajak mereka tetap sabar dan kuat menghadapi cobaan.
Selain pendampingan psikologis, para petugas juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok seperti makanan, pakaian, dan perlengkapan anak-anak demi menunjang kehidupan sehari-hari para pengungsi.
“Kami berusaha meringankan beban warga dengan memberikan semangat serta bantuan yang dibutuhkan. Situasi memang masih mengkhawatirkan, karena cuaca belum sepenuhnya membaik, tetapi kita semua tetap harus waspada dan saling menguatkan,” tambah AKBP Rio.
Seperti diketahui, bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi sejak Minggu (2/2/2025) sore hingga malam hari itu menyebabkan kerusakan di sejumlah titik di Kecamatan Cisarua, termasuk jembatan ambruk, rumah rusak, hingga satu warga yang sempat hanyut dan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah pencarian intensif oleh tim gabungan.
Saat ini, posko tanggap bencana sudah didirikan oleh Polres Bogor bersama Pemerintah Kabupaten Bogor dan stakeholder lainnya, sebagai pusat bantuan, koordinasi, serta pengungsian warga terdampak.
Masyarakat sekitar diimbau tetap waspada menghadapi potensi bencana susulan, mengingat curah hujan tinggi masih terus mengguyur kawasan tersebut.





