Polres Bogor Dalami Kasus Pemerasan oleh Oknum Anggota KPK terhadap ASN di Kabupaten Bogor

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro masih mendalami kasus pemerasan oleh oknum anggota KPK. (Foto: Dok.Istimewa)

bogortraffic.com, BOGORPolres Bogor terus mendalami kasus pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor.

Aksi pemerasan oleh oknum anggota KPK tersebut terjadi di kantor Disdik dan tempat makan di wilayah Cibinong. Polisi telah mengidentifikasi tiga dari empat ASN yang menjadi saksi dalam kasus ini, dengan inisial W, YP, dan D.

Bacaan Lainnya

Dalam penggeledahan di kediaman tersangka, polisi menyita uang sejumlah Rp700 juta, hasil pemerasan yang dilakukan sejak tahun 2023 hingga 2024.

“Mereka ditakut-takuti oleh pelaku terkait surat pemanggilan, untuk suratnya pun masih kami dalami karena itu dari handphone jadi akan koordinasi dengan instansi terkait,” kata Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro.

Menurut penyelidikan, oknum anggota KPK tersebut diduga tidak bekerja sendiri.

“Kami yakin bahwa ini bisa terjadi pelakunya lebih dari satu orang, dan kami akan kupas tuntas sehingga bisa menuntaskan ini dengan baik,” tambah AKBP Rio.

Polisi juga masih mendalami barang bukti berupa mobil, karena tersangka bekerja sebagai kontraktor.

“Lagi kami dalami mobil tersebut, pelaku ini adalah seorang kontraktor, jadi mungkin ada usaha-usaha lain,” lanjutnya.

Status ASN yang menjadi saksi dalam kasus ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut oleh kepolisian.

“Lagi kami periksa dan didalami sampai sejauh mana yang diminta pelaku terhadap para ASN dengan status masih menjadi saksi,” tutur AKBP Rio.

Petugas masih melakukan pendalaman, termasuk terhadap empat pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang telah memberikan kesaksian.

“Termasuk saksi empat pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor,” ungkap AKBP Rio.

Dengan pengungkapan kasus ini, Polres Bogor berharap dapat menuntaskan seluruh jaringan yang terlibat dalam aksi pemerasan ini.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan