bogortraffic.com, KOTA BOGOR – Sebanyak lima pasangan bakal calon (paslon) wali kota dan wakil wali kota Bogor menjalani serangkaian tes kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor.
Tes ini merupakan salah satu syarat penting yang harus dipenuhi dalam proses pencalonan. Ketua Tim Dokter Tes Kesehatan RSUD Kota Bogor, Ramang Napu, mengungkapkan bahwa tes meliputi pemeriksaan jasmani, mental, spiritual, hingga pemeriksaan narkoba.
“Pemeriksaannya mencakup fisik dan kejiwaan karena melibatkan psikolog dan psikiater. Selain itu, tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) juga ikut serta dalam pemeriksaan ini,” jelas Ramang dalam konferensi pers.
Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan penunjang lainnya, seperti MRI dan CT scan, turut dilakukan.
Ramang memastikan bahwa RSUD Kota Bogor memiliki peralatan medis yang memadai untuk tes kesehatan ini. Ia berharap hasilnya valid dan transparan.
“Hasil tes kesehatan ini akan kami plenokan dan diserahkan kepada KPU Kota Bogor besok,” ujarnya.
“Tes ini juga tidak hanya untuk kondisi saat ini, tetapi kami kombinasi dengan prediksi kesehatan mereka lima tahun ke depan,” tambahnya.
Sebanyak 17 dokter spesialis, ditambah beberapa dokter umum, dilibatkan dalam proses pemeriksaan. Tes kesehatan yang memakan waktu sekitar 8 hingga 10 jam ini dilakukan secara menyeluruh, dan para paslon diharapkan sabar selama proses berlangsung.
Kelima pasangan tersebut sebelumnya telah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor pada Kamis (29/8/2024).
Adapun pasangan yang bertarung adalah Dedie Rachim-Jenal Mutaqin yang diusung oleh PAN, Gerindra, Demokrat, Gelora, dan Perindo; Sendi Ferdiansyah-Melli Darsa yang diusung Golkar, Nasdem, dan PSI; Raendi Rayendra-Eka Maulana yang diusung PPP dan PKB; Rena Da Frina-Teddy Risandy yang diusung PDIP; serta Atang Trisnanto-Annida Alivia yang diusung PKS.
Proses pemeriksaan ini menjadi salah satu langkah penting menuju kontestasi pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.





