bogortraffic.com, BOGOR- Lapangan kerja kembali menjadi isu strategis dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Bogor. Dari lima pasangan calon (paslon) yang berkontestasi, masing-masing menawarkan solusi untuk mengatasi tingginya angka pengangguran di Kota Hujan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Bogor tahun 2023, angka pengangguran terbuka mencapai 10,78 persen, tertinggi di Jawa Barat. Kenyataan ini membuat masyarakat berharap besar kepada para calon pemimpin untuk membawa perubahan nyata.
Salah satu paslon, Rena Da Frina-Achmad Teddy Risandi, mencanangkan program ambisius dengan janji menciptakan 44 ribu lapangan kerja. Konsep ini diusung melalui kolaborasi antara pengusaha, UMKM, dan tenaga profesional.
Menurut Rena, penciptaan lapangan kerja adalah prioritas utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama generasi muda yang mendominasi populasi Kota Bogor. Dalam debat kedua Pilkada, Rena menegaskan pentingnya kepemimpinan seorang perempuan sebagai sosok “ibu” bagi seluruh warga Bogor.
“Kami akan mencatat sejarah baru dengan menghadirkan seorang ibu sebagai pemimpin Kota Bogor. Figur ibu yang akan membawa kesejahteraan dan kemajuan,” ujar Rena dalam debat yang berlangsung pada Jumat (8/11/2024).
Pernyataan ini mendapat tanggapan positif dari kalangan muda. Nurlaela Saadah, seorang mahasiswa, menilai program 44 ribu lapangan kerja tersebut sangat membantu lulusan baru yang sering terkendala minimnya pengalaman.
“Mencari pekerjaan tidak mudah, terutama bagi kami lulusan baru. Program ini sangat relevan, mengingat mayoritas pengangguran di Kota Bogor adalah generasi muda,” kata Nurlaela.
Sementara itu, pengamat kebijakan dari Universitas Nasional (Unas), Ansori Baharudin Syah, menekankan pentingnya komitmen yang jelas dari para paslon mengenai target lapangan kerja. “Setiap calon kepala daerah harus berani menyampaikan angka pasti berapa banyak lapangan kerja yang akan mereka ciptakan,” ujar Ansori.
Pasangan Rena-Teddy juga menekankan pentingnya pembangunan berbasis sumber daya manusia (SDM) unggul serta pemerataan infrastruktur, dengan tetap menjaga kearifan lokal Kota Bogor.
“Pembangunan Kota Bogor harus berakar pada kearifan lokal sebagai identitas, sambil melahirkan SDM yang mampu bersaing di era modern,” ujar Teddy, calon Wakil Wali Kota Bogor.
Pilkada Kota Bogor kali ini menjadi ajang penting bagi warga untuk memilih pemimpin yang dapat membawa solusi nyata atas tantangan ekonomi dan pengangguran di wilayah mereka.





