bogortraffic.com, BOGOR- Pasar TU Kemang di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, kini berada dalam kondisi infrastruktur yang memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ).
Hal ini menjadi sorotan Pj Walikota Bogor, Hery Antasari, yang melakukan inspeksi langsung ke pasar tersebut. Ia menyoroti kondisi sarana dan prasarana yang dinilai kurang memadai dan perlu perbaikan segera.
“Beberapa bagian Pasar Induk TU Kemang, seperti atap dan bangunan pasar, serta fasilitas lainnya, memang perlu diperbaiki,” ungkap Hery Antasari saat inspeksi pada 3 Oktober 2024.
Menanggapi hal tersebut, Dirut Perumda PPJ, Jenal Abidin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah merencanakan revitalisasi Pasar TU Kemang. Namun, proses ini masih terkendala oleh beberapa faktor yang belum terselesaikan, terutama terkait penyelesaian aset antara Pemkot Bogor dan PT Galvindo Ampuh.
“Saat ini, fokus kami adalah menata sarana dan prasarana di Pasar TU Kemang agar masyarakat dapat berbelanja dengan lebih nyaman dan aman. Kami juga memperbaiki fasilitas seperti sarana bongkar muat, perparkiran, hingga MCK, serta menjaga kebersihan pasar,” jelas Jenal.
Jenal optimis bahwa pada tahun 2026, seluruh aset Pasar TU Kemang akan dimiliki oleh Pemkot Bogor dan sepenuhnya dikelola oleh Perumda PPJ. Revitalisasi besar-besaran pasar tersebut direncanakan akan dimulai pada tahun 2027.
Pasar TU Kemang, yang merupakan pasar induk di Kota Bogor, sempat mengalami kebakaran hebat pada Juli 2023. Insiden tersebut menghanguskan dua blok bangunan yang menampung sekitar 50-60 kios pedagang, membuat perbaikan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak untuk memulihkan aktivitas pasar dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung serta pedagang.





