Ketua DPRD Bogor Dukung Perumda Tirta Kahuripan Gandeng Swasta Perluas Layanan Air Bersih

bogortraffic.com, BOGOR— Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sastra Winara menyatakan dukungannya terhadap langkah strategis Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kahuripan dalam menjalin kerja sama dengan badan usaha swasta.

Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas cakupan layanan air bersih di wilayah Kabupaten Bogor.

Bacaan Lainnya

Sastra menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Air adalah kebutuhan dasar masyarakat. Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas layanan dan menjangkau lebih banyak warga, sejalan dengan visi Kabupaten Bogor Istimewa,” ujar Sastra di Cibinong, Minggu (18/5).

Dukungan penuh ditunjukkan Sastra saat menghadiri langsung penandatanganan nota kesepahaman antara Bupati Bogor Rudy Susmanto dan sejumlah badan usaha swasta di Instalasi Mata Air Ciburial, Ciomas, pada Kamis (15/5).

“Melalui kolaborasi ini, semoga Pemkab Bogor menjadi pelayan air minum yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan. Layanan air harus bisa dinikmati secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat, serta turut mendukung pembangunan daerah yang maju,” tambahnya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa kerja sama dengan skema business to business (B2B) ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di tengah pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi.

“Cakupan layanan administrasi baru mencapai 12,51 persen, dan teknis 31,31 persen pada akhir 2024. Untuk mencapai target minimal 37 persen cakupan teknis pada 2030, kita memerlukan alternatif pembiayaan,” jelas Rudy.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Tedi Kurniawan, menyatakan bahwa langkah menggandeng swasta dilakukan karena sejak 2021, tidak ada lagi dukungan APBN bagi proyek layanan air minum di daerah, menyusul tingginya indeks kemandirian fiskal perusahaan.

“Kami perlu mencari inovasi pendanaan lain. Kerja sama ini di antaranya bertujuan mengurangi tingkat kehilangan air di Sumber Mata Air Ciburial agar cakupan layanan dapat diperluas,” terang Tedi.

Ia menambahkan, skema investasi serupa sebelumnya telah diterapkan melalui pembangunan SPAM Ciawi yang melayani wilayah Ciawi, Megamendung, dan sekitarnya dengan kapasitas 150 liter per detik, dan telah beroperasi sejak awal 2024.

Jika rencana kolaborasi investasi baru ini berjalan sesuai rencana, maka cakupan layanan administratif diproyeksikan meningkat dari 12,51 persen menjadi 15,09 persen, dan teknis dari 31,31 persen menjadi 37,40 persen pada tahun 2030.

“Upaya ini bukan hanya untuk pelayanan dasar, tapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah dan menjadi sumber pendapatan melalui dividen. Kami berharap proses ini mendapat dukungan dari seluruh pihak,” pungkas Tedi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan