bogortraffic.com, BOGOR- Wilayah Kabupaten Bogor menjadi percontohan dalam program pendampingan desa tingkat nasional melalui acara Kolaborasi Pendampingan Akselerasi Mewujudkan Desa Mandiri yang digelar di Hotel Bigland Sentul, Kamis (24/9/2024).
Program ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Transmigrasi (P3MDTT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kementerian Desa PDTT) serta Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong masyarakat desa agar lebih berdaya dan mampu membangun desa secara mandiri. Melalui kolaborasi lintas kementerian dan lembaga, diharapkan akselerasi ini dapat membawa manfaat bagi pengembangan desa-desa di Kabupaten Bogor, sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Peluncuran ini adalah gagasan cemerlang yang melibatkan pendamping dari lintas kementerian dan lembaga untuk bersama-sama mewujudkan desa mandiri, yang merupakan harapan bagi seluruh masyarakat desa,” ujar Lutfiah Nurlaela, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendesa PDTT, Kamis (26/9/2024).
Dalam acara tersebut, Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar juga hadir dan memberikan perhatian khusus kepada desa-desa yang telah mencapai status desa mandiri. Menurutnya, desa-desa mandiri seharusnya mendapat anggaran yang lebih besar untuk menunjang pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
“Desa mandiri harus mendapatkan anggaran yang lebih besar, karena ini erat kaitannya dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karenanya, peran pendamping desa menjadi sangat strategis dalam eksekusi program-program pemberdayaan masyarakat,” ujar Abdul Halim Iskandar dalam sambutannya.
Program pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat desa di Kabupaten Bogor dan memberikan contoh bagi kabupaten lain untuk mengembangkan potensi desanya, menuju Indonesia yang lebih maju dengan desa-desa yang mandiri.





